Sunday, 19 August, 2018 - 01:40

PMI Sulteng Kekurangan Stok Darah

Stok darah yang dimiliki PMI Sulteng saat ini hanya sebanyak 30 kantong. (Foto : Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.com - Seiring meningkatnya permintaan darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tengah (Sulteng) kekurangan stok darah. Hal tersebut diungkapkan ketua PMI SUlteng yang juga wakil Gubernur Sulteng H Sudarto, dalam sambutannya mewakili Gubernur Sulteng pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke 70 di halaman markas Unit Donor Darah (UDD) Provinsi Sulteng jalan RA Kartini No 20 Palu, Jumat (30/10/2015).

“Laporan yang saya terima dari direktur UDD Sulteng, saat ini stok darah kita hanya tersisa 30 kantong, permintaan terbanyak berasal dari kabupaten, karena banyak PMI di kabupaten belum memiliki UDD,” kata Sudarto.

“Di Sulteng hanya tiga UDD, satu ada di Palu, dua lagi di Kabupaten Poso dan Banggai. Kita upayakan semua kabupaten segera memiliki UDD,” tambahnya.

Untuk mengatasi kekurangan stok darah tersebut, PMI tengah mengupayakan berbagai cara, salah satunya dengan mengintensifkan aksi donor darah diberbagai tempat dengan melibatkan elemen mahasiswa, masyarakat dan pemerintah.

Sudarto berharap, kedepan PMI Sulteng harus lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam penyediaan stok darah. Selain itu, ia berharap kerja sama dari semua pihak demi kemajuan PMI, utamanya masyarakat.

“Dalam momentum HUT PMI ini, saya harapkan kepada masyarakat agar mendonorkan darah ke PMI, karena setetes darah yang Anda berikan tidak akan bisa ternilai dengan apapun,” tuturnya.

HUT PMI ke 70 ini dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada mantan ketua PMI Sulteng  dan Direktur UDD Sulteng priode 1981-2013 berupa piagam, gelang dan cincin batu akik yang diserahkan langsung Sudarto mewakili ketua umum PMI pusat HM Jusuf Kalla.

Selain penyerahan penghargaan, juga dilangsungkan penyerahan mobil operasional secara simbolik dan penandatangan MoU antara PMI Sulteng dengan  Pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Palu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Palu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Alkhairaat Palu dan rumah sakit bersalin Nasana Pura.


Editor : Joko Santoso