Monday, 1 May, 2017 - 05:04

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

PNS yang Diduga Gunakan Ijazah Palsu Mulai Gelisah

ILUSTRASI - Ijazah palsu. (Foto : Ist)

Kolonodale, Metrosulawesi.com – Munculnya penertiban besar-besaran terhadap pengguna ijazah palsu membuat gelisah beberapa oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang merasa dirinya tersangkut.

“Pokoknya masalah ini jadi pembicaraan hangat. Bahkan ada PNS yang selama ini mencantumkan titel (gelar) sarjana di belakang namanya tiba-tiba dihilangkan. Pokoknya lucu-lucu,” ujar salah seorang pegawai di kantor Bupati Morowali Utara di Kolonodale, Kamis (11/6).

Sesuai pantauan Metrosulawesi, dengan adanya Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Morowali Utara ke semua pimpinan instansi pemerintah setempat untukmengumpulkan ijasah terakhir semua PNS untuk diteliti sah tidaknya ijazah tersebut, telah membuat PNS setempat kasak-kusuk.

Selain ada yang tiba-tiba tidak lagi mencantumkan gelarnya, juga acara-acara resmi yang biasa menyebut semua gelar pejabat atau orang yang diundang, juga tidak lagi seperti biasanya.

Sejumlah pegawai di Pemda Morut yang ditemui mengungkapkan dengan adanya instruksi Menteri Penertiban Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi untuk meneliti kembali keaslian ijazah para PNS, menjadi bahan perbincangan serius di kalangan PNS.

Kepada Inspektorat Daerah Kabupaten Morowali Utara, Iwan A Ibon yang ditemui Metrosulawesi mengatakan pihaknya sudah mendapatkan perintah dari Sekretaris Kabupaten Morut Yalbert Tulaka untuk menindaklanjuti penertiban ijazah tersebut.

Namun saat ini, katanya, pihaknya belum begitu fokus karena masih sibuk melayani Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang sementara  melakukan tugas di Morut.

“Memang tugas kami di inspektorat untuk melakukan penelitian ijazah PNS tersebut. Tetapi sebelum melangkah lebih jauh, kami menunggu petunjuk dari Menpan-RB dan pemerintah provinsi Sulteng yang telah membentuk tim penertiban penggunaan ijazah palsu, “ tegas Iwan Ibon.

Menurutnya, kalau petunjuknya sudah jelas, maka dalam waktu dekat akan dibentuk tim investigasi untuk menyelidiki semua ijazah PNS di lingkungan Pemkab Morut.

Sementara itu, Kapolsek Petasia, Iptu Rita Aryani Kupa Kongkoli mengaku banyak menerima laporan adanya dugaan PNS yang menggunakan ijazah palsu. Bahkan ada juga yang menyebut nama otak peredaran ijazah palsu dengan bayaran berkisar Rp 10 juta sampai Rp 20 juta.

Kapolsek wanita pertama di Polres Morowali ini menyatakan siap melakukan penyidikan tentang pengguna ijazah palsu tersebut, jika ada peritah dari atas.

“Kami siap menjalankan tugas. Ini sudah menjadi pembicaraan masyarakat umum,” katanya.


Editor : Alfred Lande

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.