Tuesday, 30 May, 2017 - 19:01

Polda Masih Kejar Lima Tahanan Kabur

Rahim Saleh, tahanan Polda Sulawesi Tengah yang kabur beberapa waktu lalu tiba di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Kamis (8/10/2015). (Foto : Metrosulawesi/Eddy)

Palu, Metrosulawesi.com - Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng AKBP Hasibuan mengungkapkan, lima dari sepuluh tahanan kabur 20 September silam, telah diamankan. Sedangkan lima lainnya masih dalam pengejaran.

“Hingga saat ini sudah lima tersangka yang kami tangkap dan tinggal lima tersangka lagi yang masih buron,” kata Hasibuan di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Kamis (8/10/2015).

Hasibuan dan timnya baru saja tiba di Palu setelah berhasil menangkap satu tahanan kabur tersebut di Kabupaten Berau Kalimantan Utara.

Hasibuan mengatakan tersangka yang kabur hampir sebulan ditangkap dirumah keluarganya pada Rabu (7/10/2015). Dalam penangkapan, tim dari Jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng dibantu Biduk-Biduk, polsek setempat.

“Kami dibantu Polsek Biduk-Biduk. Tersangka ditangkap Rabu (7/10) pagi. Saat itu tersangka bersembunyi di rumah keluarganya,” kata Hasibuan.

Tersangka yang bernama Rahim Saleh tiba di Palu bersama Hasibuan dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air sekitar pukul 15.45 menggunakan pesawat Sriwijaya Air, Kamis (8/10/2015) dengan pengawalan ketat.

Kejadian ini pun mengundang perhatian para pengunjung bandara yang datang mengantar ataupun menjemput keluarga.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 10 tahanan melarikan diri dengan menjebol plafon di ruang tahanan Polda Sulteng Minggu (20/9/2015) sekitar pukul 01.00 Wita.

Dua orang di antaranya adalah tahanan kasus narkoba, yakni Asril dan Samuel Paebang.

Sementara delapan lainnya adalah tahanan titipan Polres Palu, yakni Samuji, Taufan, Ofandi, Supriadi, Rahim Saleh, Andi Aco, Salim, dan Arnold yang terlibat dalam kasus pencurian.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.