Saturday, 18 August, 2018 - 20:01

Polda Sulteng “Bongkar” Kasus Penipuan Pulsa Milyaran Rupiah

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Heri Murwono (tengah) di dampingi  Wadir Diskrimsus AKBP Setiadi Sulaksono (kiri) dan Ps Kasubdit 1 Indak Ditreskrimsus, Kompol I Wayan Sudarmanta (kanan) saat gelar tersangka dan barang bukti, Rabu, 1 Agustus 2018. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Diskrimsus) Polda Sulteng, Subdit I Industri dan Perdagangan (Indag) berhasil mengungkap dan mengamankan seorang pria pelaku kasus tindak pidana perlindungan konsumen atau tindak pidana perdagangan dengan kerugian di taksir milyaran rupiah.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Heri Murwono, dalam gelar tersangka dan barang bukti Rabu, 1 Agustus 2018 mengatakan, pelaku yang berinisial I WER, ST alias EDI alias WYN adalah warga Perumahan Lasoani, Kota Palu,dan  saat ini telah di tetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka melakukan aksinya dengan cara menjual pulsa untuk semua operator, dan saat konsumen menggunakannya, tidak dapat difungsikan, yang mengakibatkan kerugian konsumen diperkirakan mencapai Rp3 Miliar,” tambahanya.

Penetapan tersangka I WER, ST alias EDI alias WYN dilakukan berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP-A / 307 / VII / 2018 / Ditreskrimsus, Tanggal 03 Juli 2018 dan Surat Perintah Penyidikan nomor : Sp.Sidik / 96 / VII / 2018 / Ditreskrimsus, tanggal 04 Juli 2018, dan setelah penyidik Dit Reskrimsus Polda Sulteng melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut dan memeriksa 6 orang saksi.

Tersangka selaku pemilik server aplikasi Dwt Payment (Reload) dan Gytri Payment (Reload), memperdagangkan pulsa semua operator yang tidak sesuai dengan janji, yakni pulsa yang diperdagangkan tidak bisa digunakan sehingga merugikan konsumen. Tersangka menggunakan server tidak beroperasi serta mendistribusikan pulsa tersebut dengan menggunakan sistem piramida.

“Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya puluhan buku tabungan dari berbagai bank atas nama pelaku, dua unit Dongle merek Wavecom Fastrack, dua unit monitor LG 24” Wide tipe 25UM58 warna hitam, tiga buah keyboard merek DELL warna hitam beserta mouse, 14 (Empat Belas) Pcs Kartu Perdana TELKOMSEL AS, 11 (sebelas) Pcs Kartu Perdana XL, 8 (delapan) box voucher AXIS AIGO isi 100 (seratus) Pcs per box dan beberapa  barang bukti lainnya,” urai AKBP Heri Murwono.

Heri mengungkapkan pasal yang disangkakan kepada tersangka yakni Pasal 62 ayat (1) huruf d dan f  UU RI No. 08 Tahun 1999, tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 105 UU RI No. 07 tahun 2014 tentang Perdagangan.

Sementara itu, Wadir Diskrimsus, AKBP Setiadi Sulaksono, S.IK MH, mengatakan, ada kemungkinan tersangka akan bertambah, karena saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan.

“Kemungkinanan akan bertambah tersangkanya,” katanya.

Selain itu, Ps Kasubdit 1 indak Ditreskrimsus, Kompol I Wayan Sudarmanta mengungkapkan korban tersangka mencapai 100 ribu orang, namun saat ini yang terdata masih 40 ribu orang dari seluruh indonesia. Kasus ini adalah kasus pertama yang ditangani Polda Sulteng, dan menjadi perhatian khusus.

“Korbannya dari seluruh indonesia, dan mencapai puluhan ribu orang,” jelas mantan Waka Polres Palu itu. 


Editor: M Yusuf Bj