Sunday, 22 July, 2018 - 20:28

Polda Sulteng Waspada, Setiap Tamu Diperiksa secara Ketat

WASPADA TEROR - Dengan bersenjata lengkap, personil dari Satuan Brimob Polda Sulteng melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung yang akan memasuki Mapolda Sulteng, Senin 14 Mei 2018. (Foto: Eko/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Markas kepolisian di seluruh Indonesia diperintahkan siaga satu menyusul rentetan bom di Jawa Timur dua hari terakhir, Ahad 13 Mei hingga Senin 14 Mei 2018. Di Polda Sulteng, pemeriksaan dilakukan kepada setiap tamu yang datang.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, seluruh jajaran kepolisian di Indonesia berstatus ”siaga 1” menyusul maraknya aksi bom bunuh diri yang menargetkan personelnya.

Menurut Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, Kapolri menginstruksikan lembaga kepolisian mengetatkan penjagaan di markas-markas, selain lokasi-lokasi vital masyarakat.

"Pagi tadi (kemarin, red) Kapolri menyampaikan hal itu ke seluruh kapolda melalui konferensi video,” kata Setyo di Mabes Polri, Senin 14 Mei.

Setyo menuturkan, status siaga 1 itu mengharuskan setiap markas kepolisian meningkatkan kewaspadaan dan menambah jumlah personel yang bersiaga. Namun, Polri tetap meminta masyarakat tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa.

"Siaga 1 itu diberlakukan untuk internal Polri. Sementara masyarakat tak perlu khawatir,” tukasnya.

Pantauan Metrosulawesi di Polda Sulteng, pemeriksaan dilakukan kepada setiap tamu yang datang oleh pasukan bersenjata lengkap, dari satuan Brimob Polda Sulteng.

Semua pengunjung atau tamu yang masuk ke Mapolda Sulteng harus melalui jalur pemeriksaan, pintu gerbang terlihat tertutup rapat dan pengunjung terlebih dahulu diminta untuk menunjukkan barang bawaannya kepada petugas dengan jarak kurang lebih 5 meter, setelah dapat menunjukkan barang bawaannya kemudian petugas menghampiri pengunjung dan melakukan pemeriksaan.

Setelah memasuki tahap pemeriksaan pertama dilewati, kendaraan pengunjung tidak luput dari pemeriksaan, mulai dari harus memperlihatkan isi bagasi motor dan menunjukkan dokumen pengenal diri kepada petugas, setelah itu para pengunjung diperbolehkan untuk masuk.

Bukan itu saja, sebuah kendaraan berat jenis Baracuda terlihat terparkir di parkiran belakang Mapolda Sulteng, beserta personil dari MakoBrimob Polda Sulteng.

“Kami juga tidak luput dari pemeriksaan, dan menurut kami dalam kondisi seperti saat ini, hal seperti itu memang patut dilakukan,” ungkap Amar, salah satu awak media yang datang untuk melakukan peliputan di Mapolda Sulteng.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hery Murwono saat dikonfirmasi via seluler mengungkapkan bahwa, pemeriksaan yang dilakukan tersebut, mengingat adanya peristiwa ledakan bom yang terjadi di Mapoltabes Surabaya.

“Untuk situasi Sulteng saat ini masih aman, namun pemeriksaan itu perlu kewaspadaan dengan adanya ancaman teror,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa siaga yang ditingkatkan dilakukan bukan hanya di Mako Polda Sulteng, melainkan juga dijajaran Polres dan Polsek untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Otomatis kita lakukan juga pengamanan pada jajaran,” tambah juru bicara Polda Sulteng ini.

Tak hanya di Polda di Polres pun melakukan penjagaan superketat. Di Polres Poso misalnya, sejumlah anggota Shabara Polres Poso bersenjata lengkap melaksanakan penjagaan superketat siaga satu di pos penjagaan Polres Poso. Para anggota Shabara itu juga dilengkapi helm dan rompi anti peluru saat menjaga pintu masuk mapolres Poso.

Warga yang akan masuk dan berurusan di Mapolres Poso juga diperiksa barang bawaannya oleh petugas dengan menggunakan alat metal detector, penjagaan dilakukan selama satu kali dua puluh empat jam. Kendaraan roda empat juga yang masuk ke halaman Polres Poso diperiksa identitas supir.

Wakapolres Poso, Kompol I Gede Swara mengatakan, peningkatan keamanan dilakukan kepolisian di Poso guna mengantisipasi adanya ancaman situasi teror di wilayah Poso.

Peningkatan status keamanan menjadi siaga satu di Poso dilakukan polisi untuk bisa mencegah agar kasus bom bunuh diri yang pernah terjadi beberapa tahun lalu di Mapolres Poso tidak terulang kembali.

Tak hanya Mapolres Poso saja, Mako Brimob Poso juga dilakukan pengamanan siaga satu.

Demikian halnya di Polres Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) juga memperketat penjagaan dan pengamanan.

“Terkait dengan kejadian yang terjadi di beberapa Daerah, Mabes Polri memberikan arahan khusus agar jajaran Polri lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, agar masyarakat dapat merasa lebih aman dan tidak resah,” ungkap Kapolres Parimo AKBP Sirajudin Ramly kepada Metrosulawesi, Senin 14 Mei 2018.

Dia mengatakan, dalam melakukan pengamanan setiap orang atau tamu yang masuk ke Mapolres atau mapolsek, terlebih dahulu diperiksa dengan jarak tertentu dari Mapolres atau Mapolsek untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, setiap orang atau tamu yang berkunjung juga wajib memperlihatkan semua barang bawaannya, untuk memastikan bahwa orang tersebut benar benar aman dari barang berbahaya yang dapat mengakibatkan kecelakaan baik ringan maupun berat.

"Karena selain peningkatan penjagaan yang ketat di mapolres dan mapolsek, pihaknya juga melakukan patroli di setiap rumah ibadah dan melakukan pengamanan kegiatan ibadah, agar masyarakat dapat menjalankan ibedahnya dengan baik tanpa ada keresahan sedikitpun," terang kapolres.

Kapolres menambahkan, dalam melakukan pengamanan pihaknya juga melibatkan masyarakat dengan cara memberikan setiap informasi kepada aparat jika menemukan orang baru yang masuk ke lingkungan masing masing, juga melaporkan terkait hal hal yang mencurigakan.

Ia berharap dengan dilakukannya pengamanan tersebut, Kabupaten Parimo tetap dalam keadaan aman dan kondusif dari segala macam ancaman yang dapat membahayakan nyawa masyarakat. (edy/zul/wan)


Editor: Udin Salim