Friday, 22 June, 2018 - 13:18

Polisi Dinilai Lamban Tangani Kasus Pelecehan

Bripka Daud L Samaralau. (Foto: Zoel Fahry/ Metrosulawesi)

Parimo, Metrosulawesi.com - Keluarga Korban mempertanyakan penanganan kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di salah satu desa di Parimo terhadap staf desa. Pelaku hingga kini masih melaksanakan tugas kesehariannya tanpa ada sanksi.

“Sekdes sampai sekarang masih menjalankan tugasnya sebagai sekretaris desa, sehingga kasus ini hanya dibiarkan tanpa ada penanganan dari kepolisian, kami mempertanyakannya sudah sejauh mana kasus tersebut,” tutur Muhtar, yang merupakan salah satu keluarga korban kepada sejumlah wartawan di kediamannya Jumat 18 Mei 2018.

Lanjut muhtar, parahnya lagi surat pemberhentian yang dilayangkan kepada korban dinilai cacat, setelah dilakukan kordinasi baik BPD dan kepala desa. Sehingga kades akan menarik surat yang tanpa sepengetahuan dirinya untuk memberhentikan korban sebagai staf desa tersebut.

Sementera itu Polsek Parigi dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara terkait kasus pelanggaran kesopanan yang dilakukan oleh oknum sekretaris desa di salah satu desa di Kecamatan Parigi Selatan terhadap stafnya tersebut.

Kanit Reskim Polsek Parigi Bripka Daud L Samaralau pada sejumlah wartawan di ruang kerjanya Jumat 18 Mei 2018 mengatakan, dalam kasus ini yang diperkarakan adalah kasus pelanggaran kesopanan dan telah ditelesuri ada beberapa orang diambil keterangannya dan selanjutnya akan dilakukan gelar perkara.

“Apakah memenuhi unsur atau tidak nanti hasilnya setelah dilakukan gelar perkara, apakah layak untuk dinaikan kepenyedikan atau belum seperti itu,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pihaknya terlebih dahulu melaksanakan gelar perkara tanpa pelaksanaan ini belum bisa ditentukan apakah kasus ini memenuhi unsur pidana atau tidak. Ketika ditanyakan selain saksi apakah pihak Polsek Parigi memiliki bukti lain, dia menjawab belum ada seperti visum.


Editor: Syamsu Rizal