Thursday, 16 August, 2018 - 20:04

Polisi Jerat Tersangka Penyekapan Gadis Selama 15 Tahun dengan UU Perlindungan Anak

DIPASANGI GARIS POLISI - Tumpukan batu di Desa Bajugan, Kecamatan Galang, Tolitoli, Sulawesi Tengah, tempat di mana korban H disekap selama 15 tahun. (Foto: Ist)

Tolitoli, Metrosulawesi.com - Polres Tolitoli terus mengembangkan kasus penculikan dan penyekapan dengan tersangka Tete Jago (83) terhadap gadis bernama H alias As (28). Selama 15 tahun dalam penyekapan, korban dipaksa melayani nafsu bejat tersangka hingga akhirnya korban hamil dan melahirkan sebanyak enam kali.

Tete Jago disebut-sebut adalah seorang dukun yang berdomisi di Desa Bajugan Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Sedangkan korban, H adalah warga Dusun Panyapu Desa Galumpang Kecamatan Dakopemean. Korban diculik sejak usia 13 tahun pada 2003 silam.

Kapolres Tolitoli, AKBP M Iqbal Alqudusy mengatakan, motif tersangka Jago melakukan penculikan dan penyekapan terhadap korban adalah ingin menyetubuhi korban.

"Motifnya persetubuhan di bawah umur," kata Kapolres Tolitoli itu, Senin 6 Agustus.

Iqbal menerangkan saat hendak menyetubuhi, Jago menunjukkan foto pria yang disebut sebagai Amrin kepada korban. Iqbal menambahkan Jago mengatakan kepada korban bahwa Amrin adalah jin yang akan merasuki tubuhnya.

"Korban disetubuhi sejak 2003, saat masih umur 13 tahun. Modus tersangka adalah mensugesti korban dengan sebuah foto pria yang diberi nama Amrin," terang Iqbal.

"Lalu mengatakan Amrin itu jin yang akan masuk ke tubuh tersangka. Tersangka mengakui itu (kepada polisi), bahwa Amrin itu ya dirinya sendiri," sambung dia.

Informasi yang berkembang di masyarakat setempat, akibat perlakuan sang dukun itu, korban sampai hamil dan melahirkan sebanyak enam kali. Akan tetapi setiap anak yang dilahir korban, langsung dihabisi oleh tersangka Tete Jago.

Iqbal menegaskan Jago dikenai Pasal 76D, 76E dan 81 Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 tentang Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Bawah Umur. Ancaman hukuman bagi Jago adalah 15 tahun penjara.

Korban ditemukan di sela bebatuan besar di dekat rumah dukun bernama Jago pada kemarin, Desa Bajugan, Kecamatan Galang, Tolitoli, Sulawesi Tengah pada Minggu (5/8). 2003 silam, keluarga pernah membawa korban untuk berobat alternatif ke Jago.

Seperti diberitakan metrosulawesi.com, korban H disekap di sela tumpukan Batu Gajah di Desa Bajugan Kecamatan Galang, Ahad 5 Agustus.

Penyekapan yang mengegerkan warga Tolitoli ini terbongkar berkat kecurigaan warga akan gerak-gerik sang dukun, dan adanya informasi kepada keluarga sang gadis.

Devi, kakak korban mendapat informasi jika adiknya H masih hidup dan dalam penyekapan tete Jago di sela sela bebatuan besar tidak jauh dari desa tempat sang Dukun tinggal.

Berbekal informasi warga tersebut, Kapolsek Dakopemean Ipda Dickri Sukarjo bersama anggotanya dibantu sejumlah warga  Desa Bajugan melakukan penyisiran di lokasi bebatuan yang dicurigai menjadi tempat penyekapan korban. Informasi itu ternyata benar, korban H ditemukan di sela-sela bebatuan besar dan sempit. Saat ditemukan korban tak mengenakan sehelai pun pakaian. Korban trauma dan tampak ketakutan. Di sekitar lokasi penyekapan ditemukan sebuah ranjang sederhana dari anyaman bambu dan alas tidur seadanya.

Sesaat setelah ditemukan polisi bergerak cepat dengan mengevakuasi korban penyekapan. Polisi pun langsung mengamankan tersangka. 


Editor: Udin Salim