Sunday, 17 December, 2017 - 16:22

Polisi Kembali Terlibat Baku Tembak Dengan Kelompok Santoso di Poso

Ilustrasi. (Foto : Ist)

ILUSTRASI - Baku tembak. (Foto : Ist)

Poso, Metrosulawesi.com - Kapolda Sulteng yang baru satu bulan dilantik  Brigjend (Pol) Idham Azis memimpin  langsung  operasi pengejaran kelompok radikal sipil bersenjata  Pimpinan Santoso alias Abu Wardah di pegunungan  Poso, Kamis (30/10/2014).

Dalam operasi itu,   sekitar pukul 09:00 WITA, gabungan pasukan Brimob dan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri terlibat baku tembak dengan kelompok Santoso di kaki gunung Desa Taunca, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso.

Dari informasi yang dihimpun Metrosulawesi.com,  belum diketahui apakah ada korban jiwa dari  kedua belah pihak.  

Sejumlah  warga di Desa Taunca yang ditemui mengaku tidak mengetahui adanya peristiwa itu.

"Tadi memang kami cuma lihat ada banyak Polisi lewat, tapi belum tau ada apa," kata seorang warga  yang tetap dengan aktivitasnya sambil menjemur kakao hasil panennya.

Kapolres AKBP Susnadi mengaku,  bahwa salah satu anggotanya terluka. Namun penyebab luka yang dialami personilnya  bukan disebabkan baku tembak dengan pihak kelompk garis keras.

Operasi yang dilakukan kali ini  berawal laporan yang diterima pihak Polres Poso terkait adanya sekelompok orang yang meminta makanan kepada masyarakat setempat untuk diantarkan  ke suatu tempat di wilayah hutan yang ada di pinggiran Desa Taunca.

“Kami terima laporan bahwa ada sekelompok orang yang meminta makanan yang dibawa masyarakat,” jelas Kapolres.

Saat pasukan sedang menuju arah hutan dan pegunungan untuk mengecek hal informasi yang di maksud ke lokasi, terjadilah kontak senjata tersebut.

“Memang ada baku tembak dan sekarang sedang dilakukan pengejaran. Kelompok ini diduga adalah kelompok Santoso” urai AKBP Susnadi.

 



Editor : Subandi Arya

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.