Saturday, 22 September, 2018 - 04:25

Polisi Tangkap Tujuh Tersangka Curanmor

Ilustrasi. (Grafis: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Polres Palu beserta tim Cyber Kriminal Khusus Polda Sulteng menangkap tujuh tersangka komplotan pencuri sepeda motor, Jumat 9 Maret.

Ketujuh tersangka curanmor ditangkap di tempat berbeda. Mereka adalah: Defri (23), Inal Renaldi Chaerul alias Inal (21), Moh Riandi alias Rian (25), Sandri (31), I Wayan Asiwan (24), Anak Agung (21) dan Fahril alias Ari (22)

Ketujuh tersangka masing-masing memiliki profesi yang berbeda. Anak Agung dan Fahril bekerja sebagai mekanik, Inal Renaldi tukang bengkel, sedangkan Sandri sebagai tukang kayu. Kecuali I Wayan tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi.

Kabid Humas Polda Sulteng  AKBP Hery Murwono  yang dihubungi tadi malam, membenarkan penangkapan tersebut.

“Saat ini memang sedang ada operasi keselamatan yang digelar mulai dari pusat hingga daerah,” katanya.

Operasi  keselamatan kata Hery, yang dilakukan selain terpusat, juga digelar secara mandiri kewilayahan, seperti yang dilakukan Polda Sulteng dan jajarannya saat ini. Operasi keselamatan itu, salah satu tujuannya adalah meningkatkan Kamtibmas.

Penanganan masalah kriminal kata Hery, selain melalui operasi rutin, juga dilakukan berdasarkan laporan masyarakat.

“Kasus-kasus pencurian sepeda motor yang ditangani saat ini, adalah tindak lanjut dari laporan masyarakat,” katanya.

Terkait dengan masih maraknya kasus pencurian sepeda motor, Hery mengimbau warga agar bersama-sama menciptakan suasana yang damai.

“Penanganan kriminal itu tidak hanya semata tugas kepolisian, tetapi kami juga mengimbau warga untuk dapat memberikan dukungan,” katanya.

Sebelumnya pada Oktober 2017 lalu, Polres Palu juga menangkap 20 terangka berbai kasus pencurian, salah satunya pencurian sepeda motor.

Kapolres Palu AKBP Mujianto kepada wartawan kala itu mengatakan, untuk modus pelaku kasus pencurian kendaraan bermotor itu dilakukan dengan cara menggunakan kunci letter “T” dan mendorong kendaraan yang masih terdapat kunci motor serta kendaraan yang tidak terpantau oleh kamera CCTV.

Sementara untuk pelaku pencurian dengan kekerasan itu rata-rata modusnya dengan cara merampas barang milik korban.

Dari tangan puluhan tersangka kala itu, polisi menyita banyak barang bukti diantaranya 53 unit sepeda motor dari berbagai merek, sejumlah telepon genggam, mesin genset, puluhan kaleng cat, puluhan jeriken kecil tiner.

Kapolres Mujianto juga mengimbau kepada warga di wilayahnya agar tetap hati-hati, khususnya memarkirkan kendaraannya di tempat yang aman dan mudah diawasi.

“Jangan lupa kunci stir, lebih amannya lagi pasang kunci ganda. Sebelum meninggalkan kendaraan, pastikan kunci kendaraannya telah diambil. Jadilah polisi bagi diri sendiri,” kata Kapolres mengingatkan.