Wednesday, 26 April, 2017 - 16:24

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Polisi Temukan Kejanggalan Kematian Baby Sitter di Qool It

TEWAS - Petugas kepolisian dari Tim Inafis Polres Palu melakukan identifikasi dan olah TKP, Rabu 7 Desember 2016. Tampak korban duduk dan tersadar dengan tali di leher. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Posisi Mayat Duduk dengan Tali di Leher

Palu, Metrosulawesi.com - Polres Palu masih menyelidiki kematian Korlina Kubu, pengasuh bayi atau baby sitter yang bekerja di sebuah rumah di Jalan S Parman, Kecamatan Palu Timur. Perempuan 27 tahun itu ditemukan tewas di dekat tempat jemuran lantai empat di rumah yang sekaligus tempat usaha pencucian mobil Qool It, Rabu 7 Desember 2016.

Mayat Korlina Kubu pertama kali ditemukan oleh majikannya sendiri Kresnawati sekitar pukul 07.25 Wita. Korban ditemukan meninggal dunia dengan leher terlilit tali.

Meski leher terjerat tali nilon sebesar telunjuk, namun polisi belum memastikan apakah korban bunuh diri atau penyebab lain. Sejumlah kejanggalan ditemukan seperti mayat bukannya tergantung, tetapi dalam kondisi duduk di lantai dan tersandar pada tembok di lantai dekat tempat jemuran pakaian.

Tim Inafis Reskrim Polres Palu yang tiba di lokasi melakukan olah TKP, termasuk mengidentifikasi sidik jari. Dalam olah TKP petugas menemukan beberapa bekas jari tangan seseorang yang melengket di sekujur tubuh korban. Namun belum bisa dipastikan apakah sidik jari tersebut milik korban atau milik orang lain.

“Kami belum bisa pastikan bahwa korban meninggal akibat bunuh diri atau dibunuh. Nanti itu bisa diketahui, setelah korban divisum dan bila perlu akan dilakukan otopsi. Kami telah melakukan olah TKP,” ungkap Kasatreskrim Polres Palu, AKP Nasrudin saat ditemui di Mapolres Palu.

Sementara itu, menurut informasi, korban yang bekerja sebagai baby sitter ditemukan pagi sekitar pukul 07.25 Wita oleh majikannya yakni Kresnawati yang ingin minta dibikinkan bubur untuk anaknya. Namun, saat Kresnawati mengecek di kamar korban di lantai tiga Qool It, Kresnawati tidak menemukan baby sitternya.

“Saya kira dia (Lina) sedang menjemur pakaian di atas, jadi saya cek ke atas (lantai empat). Sampai di atas, saya sudah melihat leher Lina sudah terikat tali,” jelas Kresnawati kepada polisi.

Melihat kondisi Lina, Kresnawati langsung menghubungi keluarga terdekat dan karyawan lainnya. Pihak keluarga Kresnawati langsung menghubungi pihak Polres Palu. Saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian yang datang di TKP, Kresnawati menyebutkan bahwa dia mempekerjakan Lina sebagai baby sitter baru seminggu atau mulai dari 30 November 2016 lalu.

“Sebelum dia (Lina) bekerja di sini, dia berasal dari Yayasan Sarimis Surabaya,” jelas Kresnawati kepada petugas kepolisian yang berada di TKP.

Kapolres Palu AKBP Christ R Pusung mengatakan, jenazah sudah berada di RS Bhayangkara Palu untuk dilakukan visum ataupun otopsi, untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban.

“Untuk saat ini diduga korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Namun saat ini jenazah sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum dan bila diperlukan akan dilakukan otopsi, untuk mengetahui penyebab meninggalnya,” jelasnya.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.