Saturday, 21 April, 2018 - 06:16

Polres Palu Giatkan K2YD

Polres Palu saat menggelar razia di Jalan Mohammad Yamin. Salah satu tujuan razia ini adalah untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan di Kota Palu, Senin, 19 Februari 2018. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Untuk meningkatkan situasi Kamtibmas yang kondusif, Kepolisian Resor Palu dan Polsek jajaran melaksanakan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD). Kegiatan dalam bentuk razia tersebut dilaksanakan untuk  mempersempit ruang gerak pelaku pidana, khususnya pelaku C3 (Curas, Curat dan Curanmor) di wilayah hukum Polres Palu.

Razia yang di gelar pada sekitar pukul 21.00 wita hingga 23.00 wita, Senin, 19 Februari 2018 itu dipimpin oleh Kabag Ops Polres Palu AKP. Sulardi, S.H beserta para Kasat dan 120 personil gabungan dari Sat Lantas Polres Palu, Sat Reskrim Polres Palu, dan Sabhara Polres Palu di Jalan Mohammad Yamin, tepatnya di depan Lapangan Vatulemo Palu.

Pantauan Metro Sulawesi di lokasi, puluhan kendaraan bermotor roda dua terjaring razia ini. Pelanggaran yang dilakukan meliputi tidak melengkapi diri dengan alat keselamatan berkendara (Helm) dan surat-surat kepemilikan kendaraan dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Selain itu, kendaraan yang menggunakan knalpot bersuara bising, kelengkapan kendaraan hingga kendaaraan yang tidak memiliki plat nomor kendaraan turut juga terjaring razia.

Bukan hanya memeriksa kendaraan, petugas juga memeriksa barang bawaan pengendara untuk mencari barang-barang terlarang, diantaranya senjata tajam maupun juga narkoba.

Kapolres Palu AKBP Mujianto, Sik, yang saat itu juga ada di lokasi memantau razia mengungkapkan di waktu yang bersamaan, seluruh anggota Polres Palu serta Polsek jajaran juga melaksanakan giat K2YD dengan sasaran sajam, narkoba dan curanmor.

“Berbagai upaya Polres Palu telah dilakukan untuk menyujudkan situasi kamtibmas di wilayah Kota Palu agar selalu konfusif. Dengan adanya kegiatan K2YD yang rutin dilakukan oleh Polres Palu dan Polsek jajaran, diharapkan dapat mengurangi angka kejahatan, mempersempit ruang gerak pelaku Curanmor serta mengurangi pelanggaran hukum oleh masyarakat yang kurang memahami peraturan dengan memberikan teguran,” tambahnya.         


Editor: M Yusuf Bj