Monday, 27 March, 2017 - 03:04

Polres Palu Tunggu Hasil Lab Terkait Kasus Tewasnya Baby Sitter di Qool-It

Kapolres Palu, AKBP Christ R Pusung, SIK. (Foto : Dok Metrosulawesi/ Eddy)

Palu, Metrosulawesi.com - Kasus tewasnya baby sitter di lantai empat pencucian mobil Qool-It, Jalan S Parman, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, sudah hampir sepekan berlalu. Namun, motif tewasnya baby sitter bernama Korlina Kubu (27 thn) itu, hingga kini belum terungkap. Apakah si baby sitter tewas akibat gantung diri, atau justru dibunuh.

Sat Reskrim Polres Palu yang menangani kasus tersebut, belum memberikan keterangan soal motif tewasnya korban. Padahal proses pemeriksaan mulai dari visum hingga otopsi terhadap jenazah korban telah dilakukan di RS Bhayangkara Palu.

Kasatreskrim Polres Palu AKP Nasrudin mengungkapkan, kasus tersebut akan dilakukan pemeriksaan ulang dikarenakan hingga saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil uji lab dari patologi di Universitas Hasanuddin dan di Labfor Makassar.

Nasrudin menambahkan, proses visum dan otopsi korban di RS Bhayangkara memang sudah selesai. Namun, dokter ahli forensik yang melakukan visum hingga otopsi belum mempublikasikan hasil pemeriksaan.

“Hasilnya sudah ada dengan dokter, tapi belum bisa dipublikasi,” ujar Nasrudin di ruang kerjanya, Rabu 14 Desember 2016.

Kata Nasrudin, belum dipublikasikan hasil visum dan otopsi oleh dokter forensik RS Bhayangkara, akibat masih menunggu hasil visum dan pemeriksaan organ tubuh jenazah korban yang dikirim ke Makassar, Sulawesi Selatan, dan sedang menjalani uji lab patologi di Universitas Hasanuddin dan di Labfor Makassar.

“Yah itu, kami masih menunggu hasil visum dan pemeriksaan organ tubuh jenazah korban yang dikirim ke Makassar,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Palu AKBP Christ R.Pusung SIK saat ditemui di Mapolres Palu mengatakan, dari laporan yang diterimanya bahwa bila pemeriksaan dan pengambilan sampel organ tubuh di Makassar sudah selesai, maka hasilnya akan dicocokkan dengan yang hasil pemeriksaan yang dilakukan di RS Bhayangkara Palu. Setelah itu, baru bisa dipastikan apakah korban gantung diri atau justru dibunuh.

“Kami tinggal menunggu hasil labfor dari Makassar. Mudah-mudahan cepat selesai prosesnya. Supaya, asumsi masyarakat yang menduga korban tewas dibunuh, bisa segera terjawab,” ujar Kapolres meminta publik bersabar sedikit soal motif tewasnya baby sitter yang dipekerjakan pemilik usaha pencucian mobil Qool-It tersebut.

Kapolres juga menambahkan bahwa bila ada kejahatan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain, kami sebagai aparat penegak hukum tidak akan berhenti hingga pelaku kejahatan tersebut di hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Bila ada kejahatan terjadi, apa lagi menyebabkan hilangnya nyawa orang, kami akan usut hingga pelaku kejahatan di hukum,” tegas perwira dua melati tersebut.

Diberitakan sebelumnya, baby sitter yang baru bekerja sekitar sepekan di Kota Palu tersebut, ditemukan tewas pada Rabu 7 Desember 2016 oleh majikannya Kresnawati. Pagi itu si majikan hendak membangunkan korban untuk membuatkan bubur untuk anaknya. Tapi setelah dicari-cari di kamarnya di lantai tiga, korban tidak ada. Si majikan pun berinisiatif naik ke lantai empat (lantai atas) dan menemukan korban sudah tak bernyawa dengan kondisi leher terlilit tali.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.