Sunday, 27 May, 2018 - 01:37

Polres Poso Amankan Ratusan Botol Miras

MIRAS TANGKAPAN - Tampak KBO Reskrim Polres Poso saat memimpin langsung razia Miras serta babuk yang berhasil diamankan. (Foto : Wawan/ Metrosulawesi)

Poso, Metrosulawesi.com - Sejumlah tokoh maupun warung yang menjual minum keras (Miras), pada Sabtu malam (19/11/2016) akhirnya dirazia pihak kepolisian resor (Polres) Poso. Razia ini dilakukan pada sejumlah toko dan warung yang tidak memiliki izin penjualan.

Dalam razia  yang dipimpin langsung KBO Reskrim Polres Poso IPDA Muhammad Rizaka STK ini, petugas berhasil  mengamankan ratusan botol miras dengan berbagai jenis mereka, Baik miras buatan pabrik maupun miras yang dibuat secara tradisional yang biasa dikenal dengan nama cap tikus. 

Langkah razia yang dilakukan petugas, yakni dengan jalan langsung mendatangi  satu persatu warung dan toko di wilayah Poso. Bahkan dalam melindungi dagangannya, sejumlah pemilik toko dan warung saat dilakukan razia berdalih tidak menjual miras. Namun, saat dilakukan pemeriksaan mereka menyembunyikan jualannya di gudang hingga petugas berhasil mengamankannya.

Menariknya lagi, saat petugas mengamankan miras, pemilik warung menolak untuk dirazia karena mengaku bukan miliknya, dengan alasan hanya dititipkan untuk menjual.

KBO reskrim Polres Poso, IPDA Muhammad Rizka yang memimpin jalannya razia mengatakan, operasi ini dilakukan menyusul adanya berbagai laporan warga sejumlah tentang warung dan toko yang tidak memiliki surat izin penjualan namun secara terbuka menjual miras.

“Olehnya untuk mengantisipasi secara luas peredaran miras yang dijual secara illegal, pihak reskrim Polres Poso langsung merespon laporan warga,” terang Muhammad Riska usai pelaksanaan razia.

Selain itu kata Muhammad Rizka, razia ini dilakukan untuk mengurangi berbagai kasus penyakit masyarakat. Dan yang terutama kata Muhammad Rizka, kegiatan ini dalam rangka pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru 2017.

Setelah dirazia, ratusan botol miras berbagai merek itu dibawa ke Polres Poso untuk dijadikan barang bukti, dan pemilik warung dan toko yang dirazia kemudian dicatat untuk menunggu proses selanjutnya.


Editor : Udin Salim