Friday, 20 July, 2018 - 01:35

Polri Komitmen Kawal Agenda Demokrasi 2019

Kapolres Morowali, AKBP Dadan Wahyudi saat memeriksa barisan di upacara HUT Bhayangkara ke 72. (Foto: Alekson Waeo/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Hari jadi 72 Bhayangkara yang ke- 72 Rabu (11/7) serentak digelar di seluruh Indonesia, seperti halnya yang berlangsung di Parigi Moutong dan Morowali Utara.

Demikian dilaporkan wartawan Metrosulawesi, di Parimo pelaksanaan HUT bhayangkara tersebut berlangsung di halaman Polres dipimpin Kapolres Parimo, AKBP. Sirajuddin Ramly, sementara di Morowali di halaman Polres Morowali Desa Korowou, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali dan  Morowali Utara dipimpin Kapolres Morowali AKBP Dadan Wahyudi.

Kedua pejabat tinggi di dua Polres tersebut, mengakui kalau pihaknya, sangat mengapresiasi kinerja polri dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, seperti memberikan ketenangan umat islam dalam menjalankan ibadah puasa serta pengamanan arus mudik dan balik pada lebaran tahun 2018 dan mengamankan jalannya 171 daerah yang melakukan Pilkada di Indonesia.

Karena itu, ungkap Sirajuddin Ramli, Polri berkomitmen untuk tetap mengawal agenda demokrasi yang lebih besar lagi pada tahun 2019 mendatang, yakni pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden.

Menurut Sirajuddin, komitmen itu merupakan wujud pengabdian terbaik bagi bangsa.

‘’Kita harus bangga menjadi Negara yang ke 10 teraman di dunia, sebagaimana yang dilakukan oleh lembaga riset internasional Gallup’s Law and Order 2018 dengan menempatkan Indonesia sebagai satu dari 10 negara teraman di dunia, dan Indonesia menempati urutan ke 9 dengan skor 89,” ujarnya.

Dia mengatakan, hal itu semua lahir dari kerja keras pengabdian dan dedikasi anggota Polri, namun, kedepan bangsa ini tidak boleh lengah, tantangan kedepan dipercaya semakin besar, seiring dengan makin besarnya pula  tuntutan masyarakat kepada polri, karena diera digital, Polri harus mampu mengantisipasi kejahatan yang beragam, berevolusi dalam berbagai wujud, kejahatan tranasional. Cyber, drugs trafickinh, Human trafickinh, dan lainnya.

Dia juga mengatakan, selain itu ancaman terorisme juga jadi atensi Negara, sebab itu kewaspadaan tidak boleh di turunkan, pemerintah tidak akan pernah melupakan aksi teror bom yang merenggut nyawa warga sipil dan anggota kepolisian, karena ancaman terorisme bukan hanya dilanda Negara konflik, tapi negara maju juga seperti Amerika dan Uni Eropa.

Kapolres menambahkan, moment HUT Bhayangkara yang ke 72 ini, sebagai refleksi atas kinerja dan prestasi yang sudah dilakukan, dan juga sebagai profesi untuk kedepan lebih baik dari pada hari ini.

“Prestasi yang sudah kita capai sebagai mana yang di ungkapkan oleh presiden RI  bahwa kita tidak berpuas diri dan akan tetap membenahi, sehingga kedepan kita akan maksimalkan untuk pelayanan publik supaya tidak ada komplen-komplen yang muncul,” pungkasnya.

Usai pelaksanaan HUT Bhayangkara ke 72 Polres Parimo langsung melakukan pemusnahan Minuman keras dan Obat terlarang, dalam HUT Bhayangkara tersebut turut hadir Pemda Parimo, ketua Panwaslu Parimo.

Sementara itu, di Morowali usai upacara melakukan bagi-bagi hadiah kepada para pemenang lomba Bulutangkis tunggal putra dan putri, ganda putra/putri, volly ball putra/putri, lomba melukis bagi anak-anak Polrio dan TNI dijajaran Polres Morowali. (zul/son)