Wednesday, 20 June, 2018 - 17:15

Poros Jalan Sulteng-Sultra Amblas

Morowali, Metrosulawesi.com - Jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Morowali Sulteng dan Kabupaten Konawe Sultra, amblas beberapa meter. Kondisi ini terjadi karena diduga karena guyuran hujan yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

Koodinator Media Relation PT IMIP Dedy Kurniawan membenarkan bahwa memang sudah terjadi jalan amblas di Desa Tangofa.Besar kemungkinan penyebabnya akibat guyuran hujan yang melanda Morowali beberapa hari terakhir.

"Menurut info yang saya peroleh dari warga setempat karena jalan tidak bisa dilewati kendaraan, maka untuk sementara arus lalu-lintas dialihkan melewati jalan Houling perusahaan di Desa tersebut," ungkap Dedy saat dihubungi Metrosulawesi, Senin 21 Mei 2018.

Mengenai seberapa ukuran keretakan ataupun tingkat kedalaman badan jalan yang amblas belum dapat diketahui. Namun, kondisi badan jalan perlu secepatnya mendapatkan penanganan perbaikan sehingga tidak melebar.

"Saya belum mengetahui apakah sudah ada penanganannya atau belum. Pastinya jalan yang amblas untuk sementara tidak bisa di lewati," kata Dedy menambahkan.

Ditempuh dari pusat pemerintahan Pemda Morowali wilayah Desa Tangofa Kecamatan Bungku Pesisir merupakan daerah yang berbatasan dengan wilayah Kecamatan Bahodopi.Bagi masyarakat dari Morowali menuju Kota Kendari atau sebaliknya Desa akan dilewati.

Meski ada jalan Houling perusahaan digunakan untuk sementara, diharapkan kerusakan jalan yang amblas bisa cepat ditangani. Selain menghindari agar tidak melebar kerusakannnya,hal itu nantinya juga untuk memperlancar arus mudik hari raya idul fitri.

Terpisah, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR yang membawahi jalan lintas Sultra-Sulteng, Akhmad Cahyadi yang dihubungi secara terpisah membenarkan kerusakan jalan Bungku-Kendari tersebut.

"Staf kami sedang memeriksa kondisi jalan yang dilaporkan putus tersebut. Memang terjadi longsoran di sana dan saya sudah minta Satuan Kerja III PJN XIV segera melakukan penanganan," ujarnya.

Terkait penanganan yang akan dilakukan, Cahyadi mengemukakan masih dipelajari apakah cukup ditimbun saja atau perlu dibuatkan gorong-gorong atau bahkan perlu memasang jembatan darurat (bailey).

"Secepatnya akan kami tangani agar gangguan arus lalulintas tidak terlalu lama, agar kelancaran arus mudik Lebaran 2018 bisa terjamin," katanya.

Sedangkan Pelaksana Harian Kepala Satker III PJN XIV Jimmy Adwang mengatakan bahwa pihaknya telah meminta bantuan kontraktor pelaksana proyek peningkatan jalan di wilayah Bungku untuk membantu melakukan penimbunan pada titik-titik yang perlu ditimbun.

"Kami juga sedang mengupayakan untuk meminjam alat berat milik PT.Hengjaya, kontraktor yang beraktivitas sekitar satu kilometer dari lokasi jalan yang amblas itu untuk menangani lokasi longsor agar segera ada jalur alternatif untuk dilintasi kendaraan tanpa memutar jauh ke jalan khusus milik perusahaan pertambangan," ujar Jimmy yang juga PPK 15 Satker III PJN XIV yang menangani ruas Tomata-Beteleme tersebut.

Ruas Bungku-Kendari ini merupakan urat nadi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Morowali, termasuk kebutuhan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di PT.IMIP, karena jalur ini lebih dekat dan jalannya lebih baik dibandingkan ke Kota Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurut Dedi Alamsyah, bila kelancaran arus lalulintas di jalur ini terlalu lama mengalami hambatan, dikhawatirkan akan mempengaruhi harga-harga bahan pokok dan bahan kebutuhan masyarakat lainnya, khususnya menjelang Lebaran 2018. (rad/ant)


Editor: Udin Salim