Tuesday, 22 May, 2018 - 04:08

Poso dan Palu Siaga Satu

AKBP Bogiek Sugiyarto dan AKBP Mujianto Sik. (Foto: Ryan Darmawan/ Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Bom bunuh diri di Surabaya diantisipasi dengan meningkatkan pengamanan di sejumlah daerah, Ahad 13 Mei. Di Poso dan Kota Palu dinyatakan status siaga satu.

Kapolres Palu AKBP Mujianto Sik, mengatakan, status siaga 1 tersebut sudah diberlakukan sejak Sabtu, 12 Mei 2018, dan saat ini unit Penjinak Bom (Jibom) dan team Lawan Teror (Wanteror) dari Satuan Brimob Polda Sulteng sudah  disiagakan di Mapolres Palu.

“Status siaga 1 sudah kami berlakukan sejak kemarin, dan kami sudah menyiagakan unit Jibom dan Wanteror dari Brimob Polda Sulteng  untuk upaya antisipasi sewaktu - waktu untuk pengamanan Kota Palu,” ungkapnya saat dihubungi, Ahad 13 Mei.

Mujianto menjelaskan situasi Kota Palu saat ini dalam keadaan aman, namun pihaknya  tetap melakukan pengamanan ketat di sejumlah tempat. Selain itu, Polres Palu juga menambah pasukan di tempat-tempat umum, termasuk pada fasilitas keagamaan.

“Kondisi Kota Palu sendiri saat ini masih aman, namun kami melakukan penebalan pasukan pengamanan di beberapa titik, termasuk di tempat-tempat ibadah,” tegasnya.

Polres Palu juga mensiagakan pasukan pada pintu-pintu masuk ke Kota Palu, untuk tindakan pencegahan terhadap pihak–pihak yang mungkin akan mengganggu keamanan di wilayah Kota Palu.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Kota Palu agar jangan mudah terprovokasi, biarkan kami dari pihak kepolisian yang mengusut kasus tersebut. Marilah bersama menjaga keamanan dan ketertiban Kota Palu untuk keamanan bersama. Dan bila menemukan atau melihat hal-hal yang mencurigakan, diimbau agar segera melaporkan ke pihak kepolisian terdekat,” imbaunya.

Status siaga satu juga berlaku di Poso.

Kapolres Poso, AKBP Bogiek Sugiyarto yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya melaksanakan siaga satu untuk meningkatkan kewaspadaan. Peningkatan kewaspadaan mulai dengan meningkatkan penjagaan keamanan dalam kegiatan ibadah umat beragama. 

"Iya yang jelas kami saat ini laksanakan siaga satu sesuai anjuran dari Polda, kami terus meningkatkan keamanan di Poso," ucap Kapolres Bogiek melalui sambungan telepon.

Kapolres Bogiek menambahkan, selain itu pihaknya dalam melakukan peningkatkan keamanan di wilayah hukum Polres Poso, dilakukan sesuai Prosedur Tetap (Protap), meskipun tidak ada penambahan personil dari kepolisian.

Bahkan warga yang saat ini berurusan di Polres Poso dilakukan pemeriksaan ketat oleh anggota polisi. Di lokasi Mako Brimob juga penjagaan ketat telah dilaksanakan.

Bogiek menjelaskan, meskipun para pelaku bom bunuh diri di Surabaya tidak termasuk jaringan kelompok MIT di Poso, pihaknya saat ini tetap mewaspadai sisa kelompok MIT yang masih bersembunyi di hutan-hutan Poso.

Kapolres Bogiek juga menyampaikan, pihaknya telah bekerja sama dengan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat di Poso dalam meningkatkan kesiapsiagaan.

"Yang jelas kerja sama kami dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat sudah lama kami jalin. Sehingga kerja sama itu kami kutkan kembali dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Surabaya," ucap Bogiek. Minggu 13 Mei 2018.

Kapolres Bogiek mengimbau, kepada warga Poso untuk mendukung negara dalam aksi menolak terorisme, sehingga semua lapisan masyarakat bisa menolak terorisme dan tidak takut dengan aksi terorisme. (wan/edy)


Editor: Udin Salim