Friday, 22 June, 2018 - 13:29

Poso Hidupkan Kembali Tradisi Lebaran Ketupat

Suasana Lebaran Ketupat di Kelurahan Bonesompe, Poso Kota. (Foto : Ryan Darmawan)

Poso, Metrosulawesi.com - Bagi masyarakat di Kabupaten Poso terutama yang mendiami bantaran mulut sungai Poso di Kelurahan Bonesompe, Poso Kota yang mayoritas warga keturunan Gorontalo dan Jawa, hari raya Idul Fitri tidak lengkap tanpa dirayakan dengan Lebaran ketupat. Hanya saja Lebaran ketupat ini tidak dirayakan pada saat 1 Syawal, melainkan setiap tanggal 7 Syawal setelah muslim selesai melaksanakan ibadah Puasa sunnah selama enam hari di bulan Syawal.

Sebelum merayakan Lebaran ketupat ini, warga berkumpul dan berdoa bersama sambil membawa menu berupa ketupat dan opor ayam atau dan aneka makanan  lainnya untuk dinikmati bersama-sama.

Tradisi lebaran ketupat ini mulai dihidupkana kembali oleh masyarakat kelurahan Bonesompe pada lebaran tahun ini untuk mempererat tali persaudaraan antar muslim setelah selesai berpuasa Syawal selama enam hari. Ritual ini juga sekaligus sebagai tanda syukur kepada Tuhan karena diberikan kemampuan melanjutkan puasa selama enam hari setelah puasa wajib Ramadhan.

Bahkan, suasana lebaran Ketupat ini lebih ramai dan terasa daripada Lebaran Idul Fitri. Sebab, sehari setelah lebaran Idul Fitri banyak warga Muslim yang menyambung puasa Syawal.

“jadi memang lebih terasa lebaran ketupat ini ramainya,” kata Rusli Suwandi warga Bonesompe.

Meskipun tidak semua warga mampu melanjutkan puasa di bulan Syawal, tetapi tradisi Lebaran Ketupat  dan doa bersama tetap digelar sebagai tanda syukur kepada Allah.

Dari pantauan Metrosulawesi, suasana Lebaran Ketupat di Kelurahan Bonesompe, mengundang keasyikan tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung. Tak hanya warga Bonesompe, warga dari kelurahan lainnya di Poso juga banyak yang datang bersilaturahmi kepada warga di Bonesompe sambil menikmati berbagai hidangan yang disajikan warga di setiap rumahnya.

Menurut warga Bonesompe, Erland Labaso, jika lebaran ketupat yang digelar ini merupakan yang pertama kali di gelar di Poso secara terbuka.

"Ini pertama kali lebaran ketupat di rayakan di kelurahan bonesompe, tentunya ini merupakan moment yang sangat penting bagi kami," kata Erland saat di temui Metro Sulawesi, Sabtu (25/7).

Sementara itu warga Bonesompe lainnya, Emi menjelaskan, jika sebelumya beberapa tahun silam pelaksanaan lebaran ketupat di wilayah Poso pernah dilaksanakan, namun secara terbatas dan tidak terbuka seperti saat ini.

"Beberapa tahun lalu warga suku Gorontalo pernah buat lebaran ketupat, tapi tidak seperti ini dan ramai seperti sekarang," tuturnya.

Lebaran ketupat di wilayah Bonesompe  yang digelar sejak pagi hari dan puncaknya malam hari juga di hibur dengan bunyi petasan dan kembang api.


Editor : Subandi Arya