Monday, 23 July, 2018 - 06:05

Potensial, IMIP Dorong Warga Budidaya Ayam Kampung

PANEN PERDANA - Thomas Deni Bintoro (paling kiri) didampingi Camat Bahodopi Jalaludin SH (paling kanan) menyerahkan ayam kampung super kepada warga. (Foto : Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Bungku, Metrosulawesi.com - PT Indonesia Morowali Industrial Park (Park) mendorong warga 12 desa yang ada di wilayah Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali untuk menjadi wirausahawan atau produsen ayam kampung super.

Kehadiran perusahaan di Kecamatan Bahodopi diikuti dengan semakin terus meningkatnya penduduk, mendorong kebutuhan protein hewani dan salah satu kebutuhan yang mudah dijangkau protein unggas yakni ayam kampung super.

Menurut Koordinator Community Relation Departemen Eksternal PT IMIP, Thomas Deni Bintoro, tujuan utama dari program tersebut bagaimana manajemen PT IMIP memberi kesempatan kepada masyarakat termotivasi membuka usaha budidaya ayam kampung super.

"Jika berminat, kami siap untuk berbagi ilmu dan pengetahuan,” ungkap Deny pada acara panen perdana ayam kampung super hasil budidaya yang dilakukan tim Comdev/ CSR di Desa Lele Kecamatan Bahodopi baru-baru ini.

Penanggung jawab program budidaya peternakan/pertanian Divisi Comdev/CSR PT IMIP, Josua Tarigan mengatakan, kemungkinan masih banyak warga yang mengira budidaya ayam kampung super kurang lebih sama dengan ayam kampung biasa yang masa pemeliharaan hingga panennya bisa mencapai delapan hingga sembilan bulan. Padahal, dengan teknik budidaya modern masa pemeliharaan hingga panen ayam kampung bisa lebih dipersingkat.

"Dari uji coba yang kami lakukan terhadap 1.000 ekor DOC (day old chick) ayam kampung super sejak pemeliharaan hingga panen pada hari ini, hanya membutuhkan kurang lebih 10 minggu atau dua setengah bulan. Jauh lebih cepat dibanding ayam kampung biasa yang pemeliharaannya tidak memakai system budidaya,” ungkapnya.

Menurutnya,selain masa pemeliharaan lebih singkat,biaya pemeliharaan ayam selain cukup efesien juga sangat terukur. Misalnya,untuk pemberian pakan.Dalam program budidaya ini, pihaknya tidak bergantung pada pakan pabrik tetapi juga memanfaatkan potensi yang ada di sekitar lokasi budidaya.

“Kami juga memberikan daun pepaya, daun pisang, daging buah kelapa, semangka dan jagung giling sebagai pakan tambahan untuk ayam,” ujarnya.

“Jika ditotal,biaya produksi satu ekor ayam mulai dari masa DOC hingga panen hanya sebesar kurang lebih Rp.40 ribu – Rp.45 ribu. Sementara untuk harga jual ayam kampung super di pasaran bisa mencapai dua kali lipat dari biaya produksi," papar Josua.

Kabid Peternakan Dinas pertanian dan Peternakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, Faidil mengatakan,pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi program percontohan budidaya peternakan ayam kampung dilakukan PT IMIP.

"Selain kebutuhan protein hewani meningkat, potensi pasar untuk menjual hasil panen juga terbuka lebar. Selain jumlah penduduk terus bertambah, berdiri dan beroperasinya sejumlah perusahaan di daerah ini juga memberi andil semakin naiknya kebutuhan protein hewani khususnya unggas,” katanya.

Ke depan,lanjut Faidil, pihaknya sangat mengharapkan pihak PT IMIP dapat menularkan dan menyosialisasikan ilmu serta pengetahuannya terkait budidaya ayam kampung super ini kepada warga khususnya yang berada di 12 desa lingkar tambang Kecamatan Bahodopi.

“Kami juga berharap pihak PT IMIP bisa membuat satubprogram mengenai teknik budidaya sapi untuk membantu program Pemkab Morowali yang ingin menjadikan daerah ini sebagai sentra peternakan sapi potong," sebut Faidil.

Sejumlah kepala desa beserta puluhan warga yang hadir dalam kegiatan panen perdana tampak cukup antusias. Selain itu, pihak PT IMIP membagikan sejumlah ayam kampung super hasil budidaya kepada tamu undangan yang sempat datang.


Editor : Syamsu Rizal

Tags: