Monday, 20 November, 2017 - 08:05

PPDB, Kuota Siswa Luar Daerah Dibatasi

Irwan Lahace. (Foto : Dok Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace mengatakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK di Sulteng terbilang lancar. 

“Untuk pemberlakukan sistem zonasi semua Kabupaten/Kota di Sulteng diberlakukan. Namun, zonasi khusus dilakukan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA),” kata Irwan melalui ponselnya beberapa waktu lalu.
 
Irwan menjelaskan pemberlakuan sistem zonasi ini diprioritaskan pada Ibu Kota dan Kabupaten, tujuannya menghindari bertumpuknya pendaftar dalam satu sekolah. 

“Maka dari itu, sekolah yang ada di Kabupaten tetap melakukan zonasi, agar sekolah yang berada di pinggiran bisa hidup kembali,” ujarnya.

Kata dia, untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak diberlakukan sistem zonasi. Karena sesuai peraturan sekolah, siswa dari luar daerah diperbolehkan masuk di SMK. Harapannya dapat menghasilkan anak bangsa yang bisa bekerja di dunia industri atau membuka lapangan pekerjaan.

“Jika ada pendaftar dari daerah lain untuk masuk ke SMA, tetap disiapkan kuotanya, namun jumlahnya terbatas dengan pertimbangan kemanusiaan,” katanya.

Sebelumnya, Irwan menegaskan kepada seluruh sekolah SMA/SMK agar penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini tanpa pungutan sepersenpun.

“Jika sekolah melakukan pungutan pada PPDB, maka kami tidak segan-segan untuk menindaklanjutinya dengan menegur langsung, sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Irwan meminta pada penerimaan siswa baru, sekolah tidak boleh mengambil keputusan sepihak, apalagi menolak siswa yang mendaftar. Jadi ketika terjadi permasalahan, sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu.

Pantauan Metrosulawesi, saat ini proses PPDB di SMA/SMK Kota Palu telah memasuki tahapan seleksi atau tes wawancara.
Salah seorang siswa, Mery menilai sistem zonasi ini sangat bagus karena bisa memeratakan siswa untuk masuk ke sekolah swasta.

“Saat ini kebayakan siswa masuk sekolah memilih sekolah negeri dibanding swasta. Padahal proses pembelajarannya terbilang sama, Cuma kendalanya ada pada lingkungan sekolah itu sendiri,” ujarnya.

Mery berharap semoga kedepan program penerimaan peserta didik baru dapat terlaksanakan dengan lebih baik dan lancar.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.