Tuesday, 21 November, 2017 - 14:44

Presiden: Gubernur Harus Bisa Menjamin Sulteng Keluar dari Kemiskinan

PELANTIKAN GUBERNUR - Presiden Joko Widodo saat mengambil sumpah jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng pasangan H Longki Djanggola- H Sudarto di Istana Negara, Kamis 16 Juni 2016. (Foto : Humas Pemprov)

Jakarta, Metrosulawesi.com - H Longki Djanggola bersama wakilnya H Sudarto dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Periode 2016-2021 oleh Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden HM Jusuf Kalla di Istana Negara Jakarta, Kamis, 16 Juni 2016.

Longki-Sudarto dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 70/P Tahun 2016, Tertanggal 14 Juni 2016.

Dalam amanatnya, Presiden Jokowi meminta Gubernur Longki dalam kepemimpinan kedua ini bisa menjamin masyarakat Sulawesi Tengah keluar dari garis kemiskinan.

"Saudara juga harus memastikan seluruh masyarakat Sulawesi Tengah dapat terlayani dengan baik dan kepala daerah harus selalu bersama-sama dengan masyarakat," ujar Presiden.

Presiden Jokowi juga mengamanatkan agar  gubernur dan wakil  gubernur memastikan tata kelola pemerintahan benar-benar dapat berjalan dengan  baik. Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, Presiden mengharapkan Gubernur dapat menjalankan fungsi tersebut dengan baik.

Tidak ingin larut dalam eforia kegembiraan, Jokowi mengingatkan bahwa setelah acara pelantikan, Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru dilantik harus segera menjalankan tugas memenuhi janji untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya.

“Saya mengucapkan selamat atas pelantikan saudara. Rakyat Sulawesi Tengah pasti bersukacita menyambut kehadiran saudara dengan semangat baru. Mengemban amanat yaitu mewujudkan janji untuk memajukan kesejahteraan dan mencapai kemajuan rakyat," tutur Presiden Jokowi.

Di bagian lain, Presiden juga mengingatkan Gubernur Sulteng dan wakilnya yang baru dilantik sigap dan menyiapkan masyarakatnya menghadapi era kompetisi. Tak hanya soal fasilitas, Jokowi meminta Longki-Sudarto memangkas regulasi yang menghambat pertumbuhan ekonomi daerah dan memperpanjang jalur birokrasi.

"Saudara harus mereformasi birokrasi dan anggaran publik secara fundamental. Juga sistem tata pemerintahan dan peningkatan inovasi pelayanan publik, sehingga pemerintah selalu terasa kehadirannya di tengah-tengah rakyat," pinta Jokowi.

"Hanya dengan cara itu saya yakin kita bersama akan bisa menjadi bangsa yang terdepan dan kemajuan menjadi bangsa pemenang," tambah mantan Gubernur DKI itu.

Di sisi lain kata Presiden, Gubernur dan wagub juga harus memacu pertumbuhan ekonomi berkualitas. Tujuannya agar bisa mengatasi pengangguran dan membuka lapangan kerja sebesar-besarnya.

Jokowi menegaskan, kepala daerah harus menjamin masyarakat Sulteng tak kesulitan mendapat pelayanan pendidikan, kesehatan, dan air bersih. Rakyat harus mendapat infrastruktur jalan dan jembatan yang bisa menghubungkan wilayah pelosok sampai ke desa-desa.

"Intinya, saudara harus memastikan masyarakat Sulawesi Tengah bisa memperoleh pelayanan yang terbaik," pungkas Presiden.

Upacara pelantikan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu, disaksikan sejumlah jajaran Menteri Kabinet Kerja, anggota DPR RI, Forkopimda dan sejumlah pejabat dari Sulteng serta undangan lainnya.

Acara pelantikan dimulai dengan penyerahan petikan keputusan Presiden kepada Longki Djanggola dan Sudarto. Acara berlangsung di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Kemudian acara dilanjutkan dengan prosesi kirab Longki-Sudarto bersama Presiden didampingi Wapres dan Menteri Dalam Negeri berjalan kaki dari Istana Merdeka menuju Istana Negara. Rombongan dikawal dengan pasukan marching band Paspampres.

Tiba di Istana Negara, Presiden Jokowi mengambil sumpah jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur di Ruang Resepsi, Istana Negara Jakarta, barulah kemudian dilakukan prosesi pelantikan.

Pasangan Longki-Sudarto yang terpilih kembali sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng melalui Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 lalu memiliki akhir masa jabatan yang sebelumnya yakni 16 Juni 2016. Olehnya, untuk menghindari kevakuman pemerintahan, Presiden langsung melantik Longki-Sudarto untuk kembali memimpin daerah yang berpenduduk mencapai jutaan jiwa itu.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.