Friday, 28 April, 2017 - 06:57

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Pria Mabuk asal Luwuk Mengamuk di Atas Kapal, Delapan Luka Tebas

DIPOLICE LINE - KM Usaha Baru yang bersandar di pelabuhan Luwuk kini dipasangi police line untuk keperluan penyelidikan. (Foto : Emy/ Metrosulawesi)

KRONOLOGIS
  • KM Usaha Baru membawa 37 penumpang, dari pelabuhan Luwuk akan menuju ke Bangkurung.
  • Seorang penumpang bernama Herson tiba-tiba mengamuk dengan sebila parang dan menebas penumpang.
  • Melihat aksi pelaku, sebagian penumpang panik. Mereka menyelematkan diri dan melompat ke laut.
  • Herson akhirnya berhasil ditangkap. Beberapa penumpang emosi dan mengeroyok pelaku hingga tewas.

“Peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan dan sejumlah saksi telah diperiksa. Belum Diketahui apa motif pelaku.” - AKBP. Benny Baehaki, Kapolres Banggai -

Luwuk, Metrosulawesi.com - Puluhan penumpang KM Usaha Baru panik setelah seorang penumpang bernama Herson alias Yesron (47) mengamuk dan menebas penumpang secara membabibuta, Selasa 20 Desember malam. Akibat ulahnya ini, delapan orang mengalami luka tebas.

KM Usaha Baru berangkat dari pelabuhan Luwuk. Rencananya kapal ini akan menuju ke Kecamatan Bangkurung Kabupaten Banggai Laut. Di tengah perjalanan atau baru sekitar ratusan meter dari pelabuhan Luwuk, sekitar pukul 21.00 Wita, Herson mengamuk. Dia memegang parang dan menyerang satu per satu orang yang ada di dekatnya. Termasuk istrinya, Mince.

Informasi yang diperoleh, pria asal Luwuk ini mengamuk lantaran ditegur seorang Anak Buah Kapal (ABK) dan penumpang lainnya karena mengkonsumsi minuman keras (miras) cap tikus di dalam kapal.

Dia naik pitam,dan mengambil parang dan membacok istrinya yang sedang tidur. Tak berhenti disitu saja, dia secara membabi buta menyerang tujuh penumpang lainnya.

“Saya lihat memang ditegur sama ABK. Mungkin orang itu sudah mabuk, hingga dia lampiaskan kepada istri dan kami semua,” ujar Arifin Ajimin (50), Rabu 21 Desember, seperti dikutip kriminalitas.com.

Aksi Herson tersebut menyebabkan puluhan penumpang panik. Sebagian dari mereka terpaksa melompat ke laut demi menyelamatkan diri dari amukan Herson. Pun mereka yang sudah mengalami luka ikut nekat menyeburkan diri ke laut.

Beruntung saat kejadian itu, kapal tersebut belum jauh meninggalkan pelabuhan Luwuk. Mereka yang melompat berhasil mencapai daratan di pesisir pantai Kilo Delapan, Kelurahan Tanjung Tuwis, Kabupaten Banggai sekitar pukul 23.00 Wita. Mereka akhirnya diselamatkan warga sekitar, dan kemudian menghubungi Basarnas. Petugas Basarnas kemudian berusaha menyisir perairan guna mencari penumpang lain, serta mendatangi kapal dan melakukan evaluasi penumpang yang terluka.

Ulah Herson tersebut, memicu emosi penumpang lainnya. Pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan setelah beberapa orang berhasil menangkap dan merampas parang yang ada di tangannya. Tidak hanya menangkap, saat itu juga sejumlah penumpang yang emosi langsung mengeroyok Herson hingga tewas.

Selain membacok korban, pelaku juga mendorong dua sepeda motor yang diangkut kapal tersebut ke laut. Informasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tercatat ada tujuh orang yang langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk. Mereka adalah Mince, mantan isteri pelaku, Armin Kiu (51) mengalami luka robek di bagian pundak kiri, Totopumou (51) luka robek tangan kiri, Willy (15) luka robek lengan kiri, Abidin (44) luka robek patah lengan kiri, Lasni (19) luka robek lutut kiri, Aritin Ajini (45) luka robek tembus dagu tenggorokan, Efendi (17) luka robek pada bagian kepala. Para korban mengalami luka bacok yang serius di sejumlah bagian tubuh, seperti leher, punggung, tangan dan kepala. Menurut kesaksian korban, saat itu penumpang kapal sedang lelap tertidur. Tiba-tiba terdengar suara gaduh di kapal. Saat menyadari terjadi pembacokan sadis di kapal, beberapa dari mereka memutuskan untuk melompat ke laut.

Kapolres Banggai, AKBP. Benny Baehaki, mengatakan, peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan dan sejumlah saksi telah diperiksa. Belum diketahui apa modus pelaku.

Pelaku pembacokan tewas setelah dikeroyok penumpang kapal tersebut. Sementara itu sebagian penumpang kapal yang selamat sedang dalam pemeriksaan polisi guna dimintai keterangannya saat peristiwa yang terjadi di atas kapal.

Yusron setelah diindentifikasi oleh Polres Banggai dugaan sementara mengidap penyakit malaria tropika, dimana penyakit tersebut bisa mengamuk dan menyerang orang lain tanpa sebab. Kapal tersebut di bawah naungan PT Bina Bahari Utama Sintomu dan berpusat di Luwu, bedasarkan data manifest perjalanan 20 Desember 2016 mengangkut sebanyak 37 penumpang di luar anak buah kapal.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.