Friday, 15 December, 2017 - 22:11

Produk Pertanian Sulteng Kalah Bersaing

Sigi, Metrosulawesi.com - Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) sangat prihatin melihat banyaknya roduk lokal di Sulawesi Tengah kalah bersaing dengan produk impor. Hal itu dikatakan Sekretaris Umum Perhepi Mujiono.

“Bukti banyak tersingkirnya produk lokal, berdasarkan hasil riset yang dilakukan Perhepi, hampir seluruh hotel di Palu memilih menggunakan produk impor dari pada produk lokal,” kata Mujiono dihadapan seluruh Kepala SKPD Pemda Sigi, Selasa (12/1/2016) lalu.

Untuk restoran di Palu kebanyakan tidak menggunakan produk lokal seperti sayur, peternakan, buah dan lain-alinnya. Namun lebih banyak memilih produk dari luar.

“Banyak restoran di Palu tidak menggunakan produk lokal, karena produk kita terkalahkan, baik segi kualitas maupun harga,” katanya.

Oleh karena itulah, untuk meningkatkan kualitas produk  pangan di Sigi. Maka, Perhepi akan melaksanakan dialog publik yang bertemakan ‘Politik Pangan’ yang diikuti oleh semua pihak yang berkepantingan terutama yang berada di wilayah Sigi, Donggala dan Parimo.

“Karena kita basisnya pangan, bisa Menteri Pertanian datang, untuk melihat kondisi lapangan terhadap Pertanian Sigi,” katanya.

Kata dia, Perhepi dan Pemkab Sigi diharapkan melakukan Memorandum Of Understanding (MOU), dengan melakukan berbagi penelitia pada pertanian Sigi.

“Saya setuju mengawali program harus dengan riset, ya mungkin kita melakukan program secara serentak, tapi ada yang menjadi skala prioritas,” tegasnya.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.