Monday, 29 May, 2017 - 08:19

Proyek DAK Pendidikan Kota Palu Bermasalah, Ratusan Juta Diduga Bocor

Dedi Irawan. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Proyek DAK yang Diduga Bermasalah
  • Pembangunan Baru MCK SDN 8 Palu senilai Rp42.000.000 (Masalah: Diduga terjadi keterlambatan pekerjaan karena pencairan dana dari dinas pendidikan terlambat).
  • Rehabilitasi Gedung SDn Tatanga senilai Rp138.875.000 (Masalah: Pihak sekolah tidak mengetahui kalau mendapatkan dana DAK).
  • Rehabilitasi Jamban SD Nurul Ikhlas Palupi senilai Rp42.000.000 (Masalah: Pekerjaan plafond, pengecetan, jaringan listrik belum dilaksanakan dan pipa tidak tertanam).
  • Pembangunan Jamban SDN Inpres Bayaoge senilai Rp42.000.000 (Masalah: Pekerjaan plafond belum dilaksanakan).
  • Pembangunan Jamban SDN Duyu senilai Rp42.000.000 (Masalah: Pekerjaan plafon belum dilaksanakan serta pipa tidak tertanam dan tidak tersambung dengan sumber air).
  • Rehab ruang kelas SDIT Persis senilai Rp108.246.400 (Masalah: Pekerjaan belum selesai dan baru mencapai 54 persen).
  • Rehab ruang kelas SD Karuna Dipa senilai Rp391.000.000 (Masalah: Pekerjaan belum selesai dan baru mencapai 67 persen).

Palu, Metrosulawesi.com - Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan SD/SDLB di Kota Palu diduga bocor. Dana yang dimaksudkan untuk mendanai kegiatan pendidikan itu tidak maksimal untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan.

Pantauan Metrosulawesi di sejumlah sekolah, tempat proyek DAK itu dilaksanakan, sedikitnya ada tujuh pembangunan sarana pendidikan di Kota Palu yang menggunakan DAK diduga mengalami “kebocoran”. Yaitu di SDN Tatanga, SDN 8 Palu, SD Nurul Ikhlas Palupi, SDN Inpres Bayaoge, SDN Duyu, SDIT Persis, dan SD Karuna Dipa. Kurang lebih, Rp800 juta yang dibelanjakan untuk pembangunan sarana di ketujuh SD tersebut.

Dari data yang diperoleh, penggelontoran DAK Pendidikan di SDN Tatanga patut dicermati. SDN Tatanga yang terletak di Kelurahan Tavanjuka ini menerima DAK Pendidikan sebesar Rp138.875.000, namun hingga saat ini, tidak ada sarana pendidikan yang dibangun. Alasannya, pihak sekolah tidak mengetahui kalau mendapatkan dana DAK.

Lain halnya yang terjadi di SDN Duyu yang terletak di Jalan Gunung Gawalise, Kelurahan Duyu. Sekolah ini digelontarkan DAK sebesar Rp42 juta untuk pembangunan jamban sekolah yang saat ini pekerjaannya telah mencapai 80 persen. Namun anehnya, pipa yang dipasang tidak tertanam dan tidak tersambung dengan saluran air. 

Sedangkan untuk lima sekolah dasar lainnya, pembangunan sarana pendidikan kemungkinan lompat tahun atau mengalami keterlambatan. 

Menanggapi fakta tersebut, Pemerhati Pendidikan Kota Palu, Dedi Irawan mengatakan fenomena “membocorkan” DAK tersebut akan menjadi dunia pendidikan di Kota Palu tidak berkualitas.

“Fasilitas pendidikan SD di Kota Palu terbilang masih minim. Jika kebocoran DAK tidak segera ditindaklanjuti, maka jangan harap anak didik menerima pendidikan yang berkualitas,” kata Dedi melalui ponselnya, Selasa, 13 Desember 2016.

Dedi mendesak aparat hukum untuk mengusut dugaan kebocoran DAK tersebut.

“Kalau fakta ini terkuak, kami mendorong Kejaksaan memeriksa secepatnya. Supaya tidak menjadi problem yang lebih besar kedepannya,” katanya.

Dedi mengatakan penyelewengan DAK Pendidikan oleh oknum tertentu adalah pembodohan bagi masyarakat.

“Fenomena penyelewengan DAK, sangat berdampak bagi dunia pendidikan. Karena ketika masalah tersebut diketahui oleh publik, maka akan terjadi pembodohan besar. Ini perlu diperhatikan oleh Dinas Pendidikan Kota Palu,” katanya.

Selain itu, Dedi mengatakan tidak ada alasan untuk memaklumi oknum yang melakukan penyelewengan DAK Pendidikan.

“Misalnya, peralihan kepemimpinan kepala daerah di Kota Palu jangan dijadikan alasan untuk mengambil kesempatan menyelewengkan DAK. Seharusnya Dinas Pendidikan Kota Palu mengawasi maksimal sekolah dasar yang menerima DAK pendidikan,” katanya.

Kata dia, seharusnya penyelewengan DAK di Kota Palu segera ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu.

“Seharusnya Dinas Pendidikan tahu ini masalah, karena mereka punya daftar sekolah yang menerima DAK,” katanya.

“Kita mendorong dugaan ini harus segera ditindaklanjuti secepatnya oleh Dinas Pendidikan Kota Palu dan  aparat hukum. Supaya dana yng digelontorkan untuk membangun dunia pendidikan di Kota Palu dapat bermanfaat maksimal,” katanya. 


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.