Sunday, 19 August, 2018 - 01:41

Proyek Jalan Rp29 Miliar Kontroversi di Poso

Poso, Metrosulawesi.com - Sejumlah kalangan di Poso menilai adanya kontroversi terhadap proyek pembangunan peningkatan dan pelebaran jalan dalam kota Poso yang bersumber dari anggaran DAK Penugasan tahun 2018.

Proyek yang menelan anggaran mencapai hampir Rp 29 milar itu mengikutsertakan ruas jalan Irian Jaya sepanjang kurang lebih 1 kilometer. Padahal, ruas Jalan Irian Jaya ini pada tahun 2017 lalu termasuk dalam proyek peningkatan jalan dengan anggaran Rp 35 miliar. Proyek tahun 2017 tersebut masih dalam proses pemeliharaan hingga bulan Juni tahun 2018 ini.

Dengan adanya  anggaran baru pada lokasi yang sama serta masih dalam bentuk pemeliharaan inilah yang menjadi kontroversi di masyarakat Poso. Bahkan masyarakat menilai, anggaran baru ini merupakan upaya untuk menutupi keburukan proyek tahun 2017 yang mereka nilai jauh dari kualitas pekerjaan yang diharapakan.

“Sepengetahuan kami pekerjaan tahun 2017 lalu kualiats jalan yang dibangun sangat jauh dari harapan masyarakat,” ungkap Kang Idan kepada media ini.

Sejumlah anggota DPRD Poso akhirnya angkat bicara terkait proyek yang mereka nilai kontroversi tersebut.  Seperti yang dikatakan dr Samsul yang merupakan ketua Fraksi Poso Bersatu DPRD Poso yang menilai bahwa hal itu merupakan bentuk dari tidak maksimalnya perencanaan yang di buat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Poso terhadap pelaksanaan kegiatan proyek tersebut.

“Ini jelas jelas menunjukan adanya bentuk perecanaan yang tidak matang oleh pihak leading sector,” ungkap dr Samsul dihubungi media ini.

Sementara itu, salah seorang anggota Komisi III DPRD Poso, Ir Sugeng Sunaryo menyesali jika memang terjadinya adanya tumpang tindih anggaran pada proyek yang sama. Olehnya kata Sugeng, pihaknya akan mencoba melakukan koordinasi dengan pihak Dinas PU Kabupaten Poso.

Pemerintah Daerah Kabupaten Poso, melalui Kabag Humas Pemkab Poso, Armol Songko menyatakan, bahwa pada proyek tersebut tidak ada  hal kontroversi.

Menurut Armol selaku juru bicara Pemkab Poso ini, bahwa pembangunan jalan tersebut sudah masuk dalam perencanaan tahap dua. Dimana pada tahap pertama kata Armol ialah pada tahun 2017 lalu yang proyek jalan tersebut baru diaspal satu lapis.

“Hal ini karena anggaran terbatas, sementara volume pekerjaan sangat tinggi,” jelas Armol.

Armol menambahkan, untuk mencapai kualitas pekerjaan yang benar -benar memadai maka pada tahun 2018 inilah dilaksanakan proyek tahap dua. 


Editor: Syamsu Rizal