Sunday, 28 May, 2017 - 18:31

Proyek PLTU Touna Mangkrak, PLN Komitmen Operasikan Tahun Ini

Wakil Ketua DPRD Touna, Jafar Amin bersama GM PLN Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo (Suluttenggo), Oktavianus Padudung meninjua lokasi proyek PLTU. (Foto : Harris W/ Metrosulawesi)

Ampana, Metrosulawesi.com - PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menyelesaikan 34 proyek pembangkit listrik terkendala dengan berbagai opsi  diseluruh Indonesia, dan salah satunya adalah Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang lokasinya berada di Kecamatan Ampana Tete, Kabupeten Tojo Una Una.

Dalam kunjungannya ke Touna belum lama ini, General Manager  (GM PLN ) Sulawesi Utara Tengah Gorontalo (Suluttenggo) Oktavianus Padudung bersama tim langsung meninjau lokasi proyek  PLTU yang saat ini tengah dikerjakan oleh perusahaan Nasional PT. Hutama Karya.

Diketahui proyek PLTU Touna yang dibangun enam tahun lalu dilahan seluas 11 Hektar dekat pantai timur Desa Sabo, dikerjakan sejak tahun 2011 menelan biaya 124 Milyar lebih, namun pekerjaan nya dinilai berjalan lamban dan Slow karena proyek tersebut menggunakan dana   APLN dari internal PLN sendiri.

KA proyek PLTU Harnoko  didampingi GM PLN Suluttenggo Oktavianus Padudung mengatakan kontrak proyek tersebut sampai september 2016. Dan proyek tersebut telah di Audit oleh Tim BPKP.

"Proyek tersebut sampai tahun 2016,  kalau masa kerjanya habis itu kita perpanjangan,  dan skarang ini ada tim  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sudah dua kali datang periksa disini, sesuai perintahnya presiden untuk audit proyek proyek yang masuk kategori Mangkrak, dan untuk proyek PLTU ini sebenarnya tidak mangkrak hanya pekerjaan nya Slow Slow aja," kata Harnoko.

Ia juga membantah bahwa kalau PLTU tersebut tidak dikategorikan proyek mangkrak, hanya adanya beberapa persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaannya dan kesulitan Finansial.

"Kalau ini mangkrak, bapak liat sendiri aja aktifitas pekerjaan di proyek ini,  karena begitu banyak persoalan-persoalan yang di hadapi, seperti persoalan desain, persoalan kontraktornya dan persoalan pendanaan juga mungkin,  karena kontraktor nya dari BUMN," katanya.

Oktavianus Padudung GM PLN Suluttenggo menambahkan, dalam peraturan presiden proyek yang dikategorikan Mangkrak atau terkendala dalam proses tersebut PLN diberi ruang untuk segera menyelesaikan masalah dan melanjutkan proyek tersebut .

Bahkan dalam hal ini  sesuai instruksi presiden melibatkan Badan pengawasan Keuangan Dan pembangunan (BPKP).

"Emang di sini terjadi kesulitan finansial namun sudah clear masalahnya,  proyek ini menggunakan dana dari APLN dari internal PLN sendiri, sesuai kata presiden silahkan dilanjutkan dan diselesaikan masalah hukumnya,  dan kalo proyek PLTU ini tdk ada masalah hukumnya," kata Padudung.

Oktavianus Padudung juga mengaku bahwa proyek PLTU Touna pekerjaan terkesan lamban. Namun ia berkomitmen tahun ini juga proyek ini diselesaikan dan sudah beroperasi

"Proyek ini jalannya memang tersendat-sendat,  tapi sesuai moto dari PLN Listrik untuk Kehidupan yang lebih baik,  tadi saya sudah beri tau pak sekda Touna, harapan saya ini bisa selesai tahun ini, komitmen kami tahun ini juga Dua unit mesin PLTU 2x3 Megawat sudah bisa beroperasi di kabupaten Touna," katanya.

Tersendatnya proyek PLTU ini Sekretaris Daerah Kabupaten Touna Taslim Lasupu, juga angkat bicara dan mengatakan ini merupakan dari 16 Proyek yang harus di teruskan.

"Ini merupakan salah satu dari 16 proyek PLTU yang harus diteruskan,  kita juga dari pihak Pemda datang kesini harus tahu juga masalahnya apa, dan sekaligus melihat situasi mana yang bisa dibantu oleh pemda Touna, atau ada kendala lain yang bisa kita percepat agar PLTU ini secepatnya bisa selesai, proyek ini memang sempat Mandek bahkan sudah di audit oleh Tim BPKP pusat," ujar Sekda Touna Saat dikonfirmasi di lokasi PLTU.

Dalam kunjungan  ke lokasi PLTU Touna GM PLN Sullutenggo Oktavianus Padudung, didampingi Sekda Touna Taslim Lasupu,  wakil ketua DPRD Jafar M Amin, KA pelaksanaan PLTU Harnoko, kepala PLN cabang Ampana.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.