Friday, 22 June, 2018 - 13:36

PT ANA Disegel Picu Ketegangan di Morut, Dandim Minta Tangkap yang Anarkis

PERTEMUAN - Masyarakat lingkar sawit dan PT ANA menggelar pertemuan yang difasilitasi Pemkab Morut. (Foto: Alekson Waeo/ Metrosulawesi)

Morut, Metrosulawesi.com - Wakil Bupati bersama masyarakat melakukan penyegelan pintu gerbang PT Agro Nusa Abadi (ANA), baru-baru ini. Saat itu, timbulnya keributan antara 1.000 lebih karyawan yang mengadu nasib di perusahaan tersebut dengan masyarakat sekitar 300 yang menuntut hak mereka.

Polisi dan TNI turun tangan. Malam hari itu juga segel pintu gerbang perusahaan tersebut dibuka oleh Kapolres dan Dandim 1311 Morowali karena dianggap tidak sesuai prosedur. Guna meredam gejolak di masyarakat, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara menggelar pertemuan dengan warga di 7 desa di lingkar sawit PT Agro Nusa Abadi di Kecamatan Petasia Timur, di ruang pola kantor Bupati, Rabu 23 Mei 2018.

Pemkab diwakili tim penyelesaian sengketa oleh Ketua I Asisten I Djira K dan Ketua II, Asisten II Zulsofyan Lamandasa. Pertemuan dibuka oleh Bupati Ir Aptripel Tumimomor MT. Hadir pula unsur Muspida Morowali Utara.

Pertemuan ini menyita waktu sekitar 5 jam karena 7 kepala desa yang ada di lingkar sawit diberi kesempatan menyampaikan situasi dan keadaan desanya pasca penyegelan Perusahaan PT ANA oleh Wakil Bupati menjelang awal pelaksanaan bulan suci Ramadhan baru-baru ini.

Koordinator Aliansi Masyarakat Lingkar Sawit dan Ketua mediasi lingkar sawit pada kesempatan itu menyampaikan menolak dan menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Morut untuk mencabut Surat Bupati No. 590/0445/Adpum/IX/2016 tanggal 9 September 2016 perihal pengaturan atas lahan izin lokasi PT Agro Nusa Abadi di Bungintimbe. Surat tersebut dijadikan dasar oleh perusahaan melakukan ganti rugi lahan masyarakat di wilayah lingkar sawit di Petasia Timur.

CDM PT ANA Trianto pada kesempatan itu mengatakan proses ganti rugi dan pemberian kompensasi ini dilakukan berdasarkan hasil pengukuran kembali oleh pihak Pertanahan dan disaksikan oleh pihak Polres Morowali yang memferivikasi kembali SKPT warga yang tumpang tindih di lingkar sawit tersebut.

Dandim 1311 Morowali, Letkol Inf S K Saragih pada kesempatan itu mengatakan bagi warga yang tidak puas atas penyelesaian sengketa oleh tim 9, disilakan menempuh jalur hukum, agar jelas hak kepemilikan tanah yang tumpang tindih tersebut.

“Kami minta siapa yang hendak membuat anarkis agar Polres segera tangkap dan proses sesuai jalur hukum,” tegas Dandim ini.


Editor: Syamsu Rizal