Saturday, 21 April, 2018 - 06:12

PT Bongka Nova Gugat Rekomendasi PLN ke PTUN

DIPEREBUTKAN - Sungai Bongka yang akan menjadi lokasi proyek PLTA Bongka. (Foto: Ist)

Touna, Metrosulawesi.com - Rencana pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bongka di Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah, masih terkatung-katung. Pasalnya, di lokasi tersebut terdapat dua perusahaan masing-masing PT Bongka Nova dan PT Soma Power Indonesia yang mengklaim mengantongi izin.

Kisruh dua perusahaan tersebut saat ini berujung ke meja hijau. PT Bongka Nova melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) karena keberatan atas rekomendasi PLN Pusat yang telah mengeluarkan Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) dengan kapasitas 100 Megawatt kepada PT. Soma Power.

Hal ini disebutkan salah satu staf PT Soma Power Indonesia guna meluruskan pemberitaan Metro Sulawesi edisi Senin 5 Maret 2018 yang menyebut PT Soma Power menempuh jalur hukum atas rekomendasi yang dikeluarkan oleh PLN kepada PT Bongka Nova.

"Yang melakukan gugatan hukum adalah PT Bongka Nova, bukan PT Soma Power. PT Bongka Nova keberatan atas rekomedasi dari PLN," ujarnya.

Dia mengaku, PT Soma Power yang mulai melakukan feasibility atau study kelayakan di lokasi PLTA sejak tahun 2014 silam itu, telah mengantongi izin dan persyaratan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk membangun PLTA yang memanfaatkan Sungai Bongka yang lebarnya mencapai 200 meter.

Namun, pada saat PT Soma Power mengurus izin lokasi ternyata PT Bongka Nova juga memegang izin lokasi. "Inilah yang menjadi awal kekisruhan di proyek PLTA Bongka," ujarnya.

PT Bongka Nova investornya disebut-sebut berasal dari Korea akan membangun PLTA Bongka dengan turbin yang berkapasitas total 240 MW. Sedangkan PT Soma Power membangun turbin kapasitas 100 MW. Nilai investasi dua perusahaan tersebut diperkirakan mencapai 10 hingga 11 triliun rupiah.


Editor: Syamsu Rizal