Saturday, 22 September, 2018 - 10:03

PT BPR Prima Artha Sejahtera Target Salurkan Kredit Rp1,5 Miliar per Bulan

Gedung PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Prima Artha Sejahtera (PAS) Palu. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Prima Artha Sejahtera (PAS) Palu ke depan menargetkan plafon sebulan minimal Rp 1,5 miliar kredit yang akan disalurkan ke nasabah.

Kepala Bagian Kredit BPR PAS Dewa Ketut Renata mengatakan ribuan nasabah sudah meminjam dana di BPR tersebut. Mereka berasl dari wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala. Selain itu, pihaknya juga menargetkan sebanyak mungkin menarik nasabah agar menjadi nasabah tetap di Bank Perkreditan Rakyat Prima Artha Sejahtera.

“Kita sudah lumayan banyaklah, baru tiga wilayah nasabah kami dari wilayah Kulawi, Gimpu, Palolo dan Sindue. Di sini ada kredit paket ataupun kredit mikro untuk usaha kecil. Jadi biasanya kita kerja sama dengan instansi pemerintah maupun swasta setelah ada kesepakatan baru kami buatkan formulirnya untuk pengajuan pengambilan dana,” kata Dewa Ketut Renata, Senin (13/8).

Dewa mengungkapkan untuk semester 1 2018, penyaluran dana yang sudah direalisasi berkisar Rp 26 miliar. Selain itu, rata–rata nasabah meminjam kredit di bank tersebut mereka pakai untuk modal usaha dan konsumtif.

“Di sini ada penggolongan kredit. Tetapi kebanyakan konsumtif karena pegawai negeri sipil yang sering meminjam ke kita mungkin untuk keperluan pribadi atau keluarga mereka. Sedangkan persyaratannya umum seperti sama halnya dengan bank–bank lain,” ungkapnya.
 
Sementara, pihaknya melakukan strategi penawar ke masyarakat melalui bunga berkisar 1,5 persen sampai 2 persen untuk umumnya. Tetapi, kredit pegawai negeri sipil (PNS) dibawah dari itu sekitar 1,2 sampai 1,3 persen dari peminjaman kredit nasabah. Sedangkan, potongan biaya administrasi pihaknya mengambil 3 persen dari pokok pinjaman sekitar Rp300 ribu.

“Kami di sini biasa persaingan bunga bisa kita nego, mungkin kalau bank lain memakai bunga flat ada yang menurun dan ada naik. Tetapi kita pakai untuk menarik nasabah sistem enam bulam sudah bisa mereka perpanjang kredit,” katanya.

Dia menambahkan nasabah yang mengambil kredit di BPR PAS sekitar Rp 50 juta sampai Rp 200 juta bagi Pegawai Negeri sipil (PNS) dengan persyaratan menjamin SK 100 persen.

“Tergantung dan persyaratannya harus potong gaji pokok mereka. Kita hanya khsusus kreditnya tidak ada program penawaran selain itu. Karena di situ sumbernya kita tidak seperti bank umum. Kami akan selalu membantu masyarakat melalui kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM),” tambahnya.


Editor: Pataruddin