Wednesday, 27 September, 2017 - 04:05

PT BPS Diimbau Gesit Jaring Investor KEK

Longki Djanggola saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan MoU pasokan energi listrik KEK Palu, antara PT. PLN dan PT. BPS di kantor PLN Area Palu, Selasa, 15 November 2016. (Foto : Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.com - Gubernur Sulteng H Longki mengimbau PT Bangun Palu Sulteng (BPS) perusahaan daerah pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu lebih gesit dan proaktif menjaring investor. Hal ini disampaikan Gubernur Longki saat penandatanganan MoU pasokan energi listrik KEK Palu, antara PT. PLN dan PT. BPS di kantor PLN Area Palu, Selasa, 15 November 2016.

Momentum MoU dipandang Gubernur sebagai jawaban sekaligus kepastian bagi calon investor yang akan berinvestasi di KEK. Sebab selama ini, lanjut Gubernur, ada dua pertanyaan yang mengemuka. Pertama, siapa investor yang mau masuk dan kedua, listriknya dari mana.

"PLN sudah menjamin yang kedua, tapi yang pertama saya belum dapat jawabannya," kata gubernur.

Olehnya itu, Gubernur mengimbau PT. BPS harus lebih gesit dan proaktif menjaring investor supaya pertanyaan pertama tadi bisa cepat terjawab.

"Sehingga tidak ada alasan menunda-nunda investasi di KEK Palu," tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Direktur Bisnis PLN Region Sulawesi dan Nusa Tenggara (SNT) Machnizon Masri memaparkan pengembangan ketenagalistrikan di wilayah SNT khususnya Sulteng. Tahun 2016 ini, Sulteng menurutnya telah terinterkoneksi dengan sistem Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat.

"Akan tetapi belum terinterkoneksi ke sub sistem Ampana, Luwuk, Toili, Kolonodale, dan Bungku. Kedepannya atau dua tahun dari sekarang, ditargetkan sistem kelistrikan Sulteng baru terinterkoneksi sepenuhnya dengan Sulselbar dan Sulawesi Tenggara," jelasnya.

Lanjutnya, diproyeksikan akhir tahun 2018, Sulteng akan memiliki daya kelistrikan sebesar 2714 MW, dengan beban puncak 1839 MW dan surplus 875 MW.

"Terkait dengan KEK, rencananya akan masuk PLTS dari Korea Engginering dan dibangun jaringan tegangan menengah SUTM atau Saluran Udara Tegangan Menengah 20 kV double circuit sepanjang 4,5 km. Ini diambil dari jaringan PLN terdekat yaitu PLTU Mpanau," pungkas Machnizon Masri.

Hadir di acara itu, GM. PLN Sulutenggo Baringin Nababan, Manajer PLN area Palu Emir Muhaimin, Direktur PT BPS Mulhanan Tombolututu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Bambang Soenaryo, Kepala  Badan Penanaman Modal, Promosi dan Perijinan Terpadu Christina Sandra Tobondo dan mitra kerja terkait.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.