Saturday, 22 July, 2017 - 18:48

PT CNE Diminta Segera Setor Rp1 Miliar

Irmawati Alkaf. (Foto : Dok Metrosulawesi/ Niko)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Palu Irmawati Alkaf, menegaskan PT.CNE sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) yang mengelola Mall Tatura tak perlu menunggu surat resmi dari Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menyetor pendapatan asli daerah (PAD).

“Seharusnya, PT.CNE dapat menyetorkan PAD ke kas daerah. Sesuai surat resmi mereka ke pihak Pemkot,”kata Irmawati Alkaf.

Menurut Irma sapaanya, awal tahun 2016 PT CNE secara resmi menyurat kepada Pemkot. Surat tersebut berisi bahwa PT.CNE akan menyetorkan PAD sebesar Rp.1 miliar ke kas daerah. Namun, sampai saat ini, biar sepeserpun tidak ada setoran PAD ke kas daerah.

“Yah kalau ada uang, disetor saja ke kas daerah. Sehingga, dapat diketahui berapa jumlah PAD yang diberikan PT.CNE kepada Pemkot,” ujarnya, Rabu 3 Agustus 2016.

Dia mengakui, permintaan PAD kepada PT.CNE hanya mengacu dari surat resmi PT.CNE yang dilayangkan pada awal tahun ini. Dimana mereka berjanji akan menyetorkan PAD ke kas daerah sebesar Rp 1 miliar.

Menurut Irma, walaupun tidak ada surat permintaan untuk menyetorkan PAD ke kas daerah ke PT CNE, pihak PT.CNE seharusnya dapat menyetorkan PAD kepada Pemkot.
 
Sebelumnya, Direktur Utama PT.CNE Karman Karim mengatakan, penyetoran PAD ke kas daerah dapat dilakukan kapan saja kepada Pemkot, jika sudah ada surat resmi permintaan penyetoran tersebut.

Sementara itu, dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD kota Palu beberapa hari lalu. Anggota Banggar mendesak PT.CNE agar segera menyetor PAD ke kas daerah. Sesuai janji yang dituangkan dalam isi surat yang dilayangkan kepada Pemkot awal tahun 2016.


Editor : Syamsu Rizal

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.