Friday, 17 August, 2018 - 17:08

PT CPM Silakan Polda Usut Kepemilikan Merkuri

TURUN LANGSUNG - Kapolda Sulteng Brigjen Polisi Drs Rudy Sufahriadi didampingi anggotanya saat meninjau langsung lokasi tambang emas Poboya, Sabtu 23 Desember 2017 lalu. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - PT Citra Palu Mineral (PT CPM) pemegang kontrak tambang emas di Poboya mendukung langkah Polda Sulteng untuk mengungkap kepemilikan merkuri di lokasi tambang. 

“Kami mendukung langkah Polda Sulteng. Bahkan kami siap memberikan data atau informasi yang dibutuhkan,” kata Humas PT CPM, Amran Amier kepada Metrosulawesi, Rabu 27 Desember.

Pernyataan Amran itu terkait penemuan merkuri seberap 5 kg di lokasi pertambangan emas Poboya pada Jumat 22 Desember . Berkaitan dengan penemuan itu, sehari setelah itu, Kapolda Sulteng Brigjen Polisi Drs Rudy Sufahriadi langsung mengambil tindakan tegas, dengan menghentikan sementara aktivitas pertambangan.

Amran mengatakan, untuk kepentingan pengusutan kepemilikan merkuri itu, pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya untuk kepolisian. “Silakan diusut untuk mengetahui siapa pemilik merkuri itu,” katanya.

Amran menjamin, merkuri itu sama sekali tak terkait dengan PT CPM.  Saat ini katanya, pihaknya masih dalam tahap melakukan konstruksi sesuai dengan izin yang diberikan.

“Jadi kami belum melakukan produksi. Produksi baru akan dilakukan setelah tahapan konstruksi selesai,” katanya.

Ditanya berapa banyak perusahaan tambang yang beroperasi di Poboya? Amran mengaku tidak tahu persis.

“Tapi di sini ada banyak yang beroperasi,” jawabnya.

Saat ini katanya, selain PT CPM ada juga PT DRG yang melakukan aktivitas di lokasi tambang Poboya. Kehadiran PT DRG katanya, karena adanya kerjasama antara PT CPM, PT DRG dan Tahura. 

“Kehadiran PT DRG di Poboya bukan untuk menambang, tetapi melakukan rehabilitasi terhadap bekas penambangan tradisional. Dan itu dilakukan berdasarkan MoU,” jelas Amran.