Monday, 1 May, 2017 - 05:01

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

PT Pembangunan Sulteng Target Jagung 1.000 Ton/ Bulan

Suaib Djafar. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Komoditas jagung saat ini menjadi sasaran utama PT Pembangunan Sulteng dibawah komando Suaib Djafar. Dengan target seribu ton perbulan, perusahaan pelat merah itu bergerak cepat guna memenuhi target tersebut.

Menurut Suaib kepada Metrosulawesi Rabu, 1 Maret 2017, PT Pembangunan Sulteng dalam menjalankan roda bisnisnya menggandeng pengumpul jagung didesa-desa, tidak menyasar langsung ke petaninya, sehingga iklim usaha tetap berjalan dengan baik tanpa ada pihak yang dirugikan.

Meskipun mengambil keuntungan tipis, pihaknya tidak mempermasalahkan karena fungsi dari PT Pembangunan Sulteng adalah menjembatani antara kepentingan petani, pengusaha dan pemerintah, sehingga mengumpulkan jagung dari pengumpul sudah tepat dilakukan.

“Kita sebagai penyanggah punya kewajiban mensejahterakan petani tetapi tidak mematikan pengumpul. Kami berhubungan langsung dengan pabrik dengan mengambil jagung dari pengumpul,” ujar mantan Kadis Pariwisata ini.

Untuk menjaga ketersediaan bahan pokok ditingkat petani, PT Pembangunan Sulteng juga merancang iklim tanam yang sehat agar target seribu ton perbulan dapat direalisasikan. Apalagi sejumlah perusahaan yang menjadi mitra usaha PT Pembangunan Sulteng siap menampung berapun banyaknya jagung.

“Untuk menjaga berkelanjutannya produksi jagung perlu ditata penanamannya. Guna mewujudkan itu, kami akan membangun kerja sama dengan pemerintah kabupaten agar suplay jagung dapat berjalan terus tiap bulannya,” kata Suaib.

Suaib optimis bila sektor jagung dikelola secara maksimal akan meningkatkan kesejahteraan petani. Bila hal ini terwujud, kedepan Sulawesi Tangah mampu membangun pabrik berkaitan dengan komoditas jagung.

Diakui Suaib, tekstur tanah di Sulawesi Tengah sangat mendukung melipahnya produksi jagung, tinggal bagaimana pemerintah daerah menggerakan masyarakat. Jika dibanding dengan pulau jawa, harusnya Sulawesi Tengah bisa menghasilkan jagung jauh lebih besar.

Sejumlah perusahaan sudah melirik PT Pembangunan Sulteng sebagai agen utama penyuplai jagung. Saat ini yang sudah bekerjasama dan siap mengambil berapun hasil produksi jagung yaitu PT Segar, dan PT Popcorn Group.

“Kedua perusahaan itu siap mengambil berapapun jagung yang kami kirimkan. Saat ini kami masih menargetkan seribu ton perbulan dulu, tidak menutup kemungkinan jumlahnya makin bertambah seiring meluasnya area cakupuan PT Pembangunan Sulteng,” terangnya.

Selain menyasar sektor jagung, PT Pembangunan Sulteng juga tengah milirik agro bisnis lainnya, yakni cengkeh dan kakao. Untuk cengkeh pihaknya sudah mendapat lampu hijau kerjasama dengan PT Djarum Kudus Indonesia di Surabaya.
 

Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.