Wednesday, 26 July, 2017 - 22:55

PT SJA Karyakan 19 Tenaga Guru di Poso

Comunity Development Offisial (CDO) PT SJA  Offier saat menerima layanan Bank BRI Mobile di kantor PT SJA Poso. (Foto : Ist)

Poso, Metrosulawesi.com - PT. Sawit Jaya Abadi (SJA) yang bergerak di bidang Perkebunan kelapa sawit, sangat peduli dengan dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Poso. Kepedulian itu dibuktikan dengan mengangkat tenaga pendidik untuk diberdayakan sebagai tenaga honorer.

Sebagai cucu dari perusahaan besar PT. Astra Internasional, sudah berinvestasi di daerah bekas konflik Kabupaten Poso sejak Tahun 2007. Bahkan PT. SJA sendiri saat ini sudah merekrut tenaga kerja sekira 600 orang dari 600 tenaga organik 80 persen dari tenaga lokal yang berada di wilayah Kabupaten Poso.

"Kalau kemarin perusuhaan ini yang berkantor di Kecamatan Pamona Timur, Desa Matialemba lebih fokus pada membuka lapangan kerja, kini perusahan ini mempedayakan tenaga pendidik," kata Comunity Development Offisial (CDO) PT. SJA, Offier kepada Metrosulawesi Kamis 15 Desember kemarin.

Kepedulian terhadap dunia pendidikan ini, kata Offier, merupakan kerja sama dengan pemerintah untuk mencerdaskan warga sekitar atau di ring satu yang berada di dua (2) Kecamatan Pamona Timur dan Tenggara. Sebanyak 19 orang guru yang kini menjadi beban perusahaan sudah berjalan kurang lebih 3 tahun.

Untuk masing-masing tenaga pendidik perusahaan ini hanya mampu memberi upah Rp.  500 ribu perkepala, jika dikalikan dalam setahun kata Offier sekira Rp. 100 juta lebih untuk membayar gaji tenaga pendidik tersebut.

Sedangkan untuk penempatan tenaga honorer,  kata dia, perusahaan ini sudah menempatkan tenaga pendidik  di 13 desa yang ada  Kecamtan Pamona Tenggara (Korobono) dan Timur (Taripa). 

“Tenaga pendidik hanya ditempatkan di Kecamatan Pamona Tenggara dan Timur, itupun hanya berada wilayah kerja atau dekat dengan ring satu," ungkap Offier.

Kedepan, menurut dia, akan  memberdayakan lagi tenaga guru di bidang agama, hal ini mengingat sebagai salah-satu bentuk menempa moral bagi anak didik. Tenaga guru agama yang kini sudah berjalan selama sebulan dengan masing-masing Guru Agama Islam sudah ditempatkan di Desa Tiu sedangkan Guru Agama Hindu ditempatkan di Desa Salindu.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.