Wednesday, 20 June, 2018 - 17:05

Pulau Togean-Batudaka Bakal Terhubung Jembatan

Rizal Panjili. (Foto: Subandi Arya/ Metrosulawesi)

Ampana, Metrosulawesi.com - Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una merencanakan pembangunan jembatan penghubung antar pulau di wilayah Kepulauan Togean, guna percepatan pembangunan di Kepulauan Togean.

Menurut Kepala Badan Perencana Pembangunan (Bappeda) Pemda Touna Rizal Panjili rencana pembangunan jembatan antar pulau itu, telah disampaikan Pemda Touna ke Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi melalui Musrembang kabupaten belum lama ini.

"Kedepan kita telah merencanakan pengembangan wilayah kepulauan, dimana kita  menginginkan  ada aksebilitas penghubung antar satu pulau dan pulau lain,  terutama pulau pulau-pulau besar guna pengembangan pulau Togean berbasiis pariwisata," kata Rizal saat berbicara kepada Metro Sulawesi belum lama ini.

Dia berharap rencana Pemda Touna ini dapat segera disahuti Pemprov yang kemudian  usulan tersebut dapat diteruskan Pemprov ke pemerintah pusat. Sehingga pembangunan jembatan tersebut dapat ditalangi dana APBN.

"Kita tinggal tunggu Pemprov melakukan survei lokasi. Sebab Pemda Touna sudah membuat visibility studi dukumen perencanaan, kajian lingkungan, perencanaan yang dilengkapi melalui dokumen itu semua sudah diusulkan Pemda Touna lewat  musrembang baru-baru ini, dengan harapan tahun 2019  sudah dapat direalisasikan dan tahun 2020 sudah dapat dilakukan pembangunan fisiknya," sebut Rizal.

Dalam perencanaan tersebut, Touna menginginkan pembangunan jembatan yang menghubungkan pulau Batudaka-Togean dan Pulau Talatako, yang diperkirakan panjang jembataan mencapai 200 meter dengan konstruksi baja dengan model jembatan melengkung, yang dibawahnya dapat dilalui kapal besar.

"Pembangunan jembatan di Pulau Togean dengan pertimbangan pulau Togean adalab sebagai daerah strategi wisata nasional," ujarnya.

Jembatan itu nantinya juga  bisa berfungsi sebagai ikon pariwisata. Selain tentunya untuk memudahkan akses ekonomi masyarakat setempat.

Disinggung kemungkinan benturan dengan Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT). Rizal menyebut bahwa TNKT tidak mempersoàlkan sepanjang pembangunan dikawasan Togean dilaksanakan oleh pemerintah untuk kebutuhan masyarakat.


Editor: Syamsu Rizal