Sunday, 17 December, 2017 - 16:17

Puluhan PNS Terpidana Korupsi Diberhentikan dengan Hormat

Kepala Sub Bidang Disiplin BKD Sulteng, Ramli Talib Nase. (Foto : Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng diberhentikan dengan hormat, tidak dengan permintaan sendiri atau dipecat akibat terpidana kasus korupsi.

Kepala Sub Bidang Disiplin Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulteng Ramli Talib Nase mengatakan para PNS tersebut telah menerima Surat Keputusan (SK) pemecatan sebagai aparatur negara.

"Tapi saya tidak bisa mengungkapkan nama-namanya dan angka pastinya, karena harus seizin kepala badan atau kepala bidang. Cuma mereka sekarang lagi tugas luar di Jakarta," ujarnya.

Dari PNS yang dipecat, ada yang telah bergolongan IVc dan IVd. Selebihnya golongan antara I-III. Pemecatan itu dalam kurun waktu mulai 2014-2015.

SK pemecatan untuk golongan I-IVb dikeluarkan oleh Gubernur Sulteng. Sementara untuk golongan IVc dan IVd pebetapan SK melalui Presiden RI.

"Jadi dari puluhan itu, saat ini masih ada yang menunggu proses persidangan sebagai putusan hukum tetap, tapi masih berstatus PNS. Karena sebagai salah satu dasar pemberhentian PNS akibat terpidana melakuan pelanggaran hukum," jelas dia.

Ditambahkannya, tidak semua PNS yang dipecat itu akibat status terpidana. Sebagian tersandung UU ASN yaitu indisipliner. Diantara yang dipecat mengabdi di Dinas Bina Marga Sulteng dan Dinas Pendapatan Daerah Sulteng.

Ramli menegaskan bagi PNS yang telah dipecat dipastikan tidak akan lagi menerima hak sebagai PNS, seperti honor, tunjangan dan gaji pensiun.

"Memang pemberhentian PNS bukan seperti TNI/Polisi yang dilakukan dihadapan umum. Kalau PNS penyampaian pemberhentian dan pemberian SK dilakukan secara tertutup melalui dinas terkait tempat masing-masing PNS mengabdi," tandasnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.