Tuesday, 21 November, 2017 - 14:37

Puluhan Siswa SMK Nusantara Palu Ikuti Sumpah Kelulusan

Siswa SMK Nusantara Palu Program keahlian farmasi, saat diambil sumpahnya oleh  Kepala SMK Nusantara Palu Joni Tandi di Restauran Marannu, Sabtu, 6 Mei 2017. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Sebanyak 66 siswa SMK Nusantara Palu program keahlian farmasi mengikuti acara sumpah kelulusan di Marannu Restaurant, Sabtu, 6 Mei 2017. Kegiatan ini adalah salah satu syarat  para lulusan farmasi untuk menjadi calon tenaga kesehatan dan mendapatkan Surat Izin Profesi (ISP).

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Royke Abraham, Kepala Bidang SMK Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Hatijah Yahya, serta perwakilan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Sulteng dan penjabat lainnya.

Kepala SMK Nusantara Palu Joni Tandi mengatakan pihaknya meminta agar siswa yang telah lulus dan sudah diambil sumpahnya untuk betul-betul mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah diraih dari SMK Nusantara.

“Jangan merasa puas dengan apa yang kalian peroleh saat ini, tetapi kembangkanlah ilmu pengetahuan kalian terus-menurus,  baik itu di dunia kerja maupun di perguruan tinggi,” ujarnya.

Joni mengungkapkan beberapa waktu lalu, mahasiswa terbaik di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin adalah siswa tamatan SMK.

“Karena kenapa? Siswa SMK sudah banyak mengetahui atau mempelajari mata pelajaran yang berhubungan dengan kesehatan. Jadi siswa SMK jika ingin masuk ke Fakultas Kedokteran di beberapa universitas yang ada Indonesia,  harus mengikuti ujian persamaan SMK, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
 
Joni menginginkan siswa SMK Nusantara jangan berhenti untuk mengejar ilmu pengetahuan, dan harus dapat berkembang ke jenjang lebih tinggi lagi.

“Artinya, bukan hanya jenjang Diploma kesehatan atau Strata 1 (S1), jika perlu hingga S3, agar dapat membanggakan orang tua, sekolah dan semuanya,” jelasnya.

“Selamat kepada siswa SMK Nusantara yang akan masuk ke dunia kerja yang nyata. Saya berpesan agar tetap jaga sopan santun, menjaga etika. Dan paling penting, karakter perlu diubah ketika bekerja di Rumah Sakit dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng Hatijah Yahya mengungkapkan dunia kerja membutuhkan kompetensi keahlian.

“Kepada siswa SMK Nusantara saya berpesan dengan lulus di SMK Nusantara ini tidaklah cukup bekal untuk masuk langsung dilapangan kerja, dunia kerja saat ini membutuhkan kompetensi keahlian  yang sangat jelas,” ungkapnya.

Hatijah berharap  lulusan SMK dengan SMA harus berbeda. Lulusan SMK harus memiliki dua modal, pertama ijazah formal dan ijazah kompetensi keahlian. Siswa SMK harus mempunyai sertifikat kompetensi keahlian yang dikeluarkan dan diakui oleh negara, tentunya yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

“Jika kedua modal ini kita miliki, yakin dan percaya, siswa SMK dengan sertifikat kompetensi keahlian di bidang farmasi yang diakui oleh LSP, asosiasi farmasi langsung menerima siswa tersebut untuk dipekerjakan pada dunia kerja yang sebetul-betulnya,” ujarnya. 


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.