Friday, 15 December, 2017 - 22:09

Rakor DPB Bertujuan Memperbarui Data Pemilih

Ketua KPU Kota Palu, Marwan P Angku. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) Semester II tahun 2016 Kota Palu di aula kantor Wali Kota Palu, Rabu, 9 November 2016.

Rakor yang diselenggarakan KPU Kota Palu ini dilakukan bersama para pegurus Partai Politik (Parpol) se Kota Palu. Rakor ini juga dihadiri pihak Pemkot, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), dan Kesbangpol.

“Pemutakhiran DPB ini, untuk memperbarui data pemilih yang ada. Ini untuk mempermudah proses pemutakhiran daftar pemilih pada pemilu berikutnya,” kata Ketua KPU Kota Palu Marwan P. Angku.

Kata dia, pemutakhiran DPB ini mengacu pada Surat Edaran KPU RI Nomor 176/KPU/IV/2016 yang menyebutkan bagi daerah yang tidak melaksanakan Pilkada, pemutakhiran DPB dilakukan selama dua semester. Sedangkan, bagi daerah yang akan melaksanakan Pilkada, hanya melaksanakan pemutakhiran data pemilih pada semester pertama.

“Pemutakhiran DPB berdasarkan data jumlah pemilih yang ada di Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan Pertama (DPTb1) dan Daftar Pemilih Tambahan Kedua (DPTb2) pada pemilihan sebelumnya,” ujarnya.

Marwan mengajak masyarakat Kota Palu untuk memastikan dirinya terdaftar di DPT atau tidak.

“Masyarakat dapat mengeceknya di websiet KPU di dalam sistem aplikasi sidali,” imbaunya.

“Supaya dalam pemutakhiran data pemilih di Pemilu tahun 2019 yang bertepatan dengan Pileg, tidak dipusingkan lagi dengan persoalan DPT,” tambahnya.

Selain itu, Marwan mengungkapkan pihaknya telah melakukan MoU (nota kesepahaman) dengan Kementerian Dalam Negeri terkait pengambilan data di Dukcapil.

”Adanya MoU ini sangat bermanfaat untuk KPU,  agar dapat memanfaatkan data dari Dukcapil yang sudah terbuka untuk diakses,” jelasnya.

Sementara itu, dari pihak Parpol mengharapkan persoalan DPT di pemilu mendatang tidak terjadi.

“Persoalan DPT selalu menjadi persoalan setiap kali penyelenggaraan pemilu. Olehnya, untuk pemilu mendatang, kami meminta KPU Kota Palu harus dapat memastikan tidak lagi terjadi persoalan DPT,” kata perwakilan PAN Nasir saat rakor tersebut.

Nasir mengatakan berkaca dari Pilkada  tahun 2015, seharusnya persoalan DPT pemilu mendatang tidak terulang lagi. Sebab kata Nasir, persoalan DPT tersebut merugikan Parpol.

“Kedepan, KPU harus melibatkan seluruh RT dan RW di Kota Palu. Hal ini, untuk memastikan data yang diperoleh valid,” sarannya.


Editor : M Yusuf BJ

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.