Saturday, 25 November, 2017 - 11:46

Ratusan Pedagang Poso Demo Tolak Direlokasi

MENOLAK RELOKASI - Ratusan pedagang di Pasar Sentral Poso melakukan demo, menolak direlokasi ke pasar yang baru. (Foto : Metrosulawesi/Wawan)

Poso, Metrosulawesi.com - Ratusan warga yang merupakan pedagang di Pasar Sentral Poso berdemonstrasi menolak untuk direlokasi ke pasar baru yang disediakan Pemda Poso, Kamis 14 April 2016. Dalam aksi demo ini, ratusan pedagang meminta kepolisian dan kejaksaan mengusut dugaan korupsi jual beli petak pedagang di pasar baru.

Sedikitnya lima ratus pedagang mendatangi kantor kejaksaan Poso dengan membawa pamflet sebagai bentuk protes penolakan relokasi.

Dalam orasinya, massa menolak perpindahan pasar Sentral Poso ke pasar baru pasar sentral Tradisional Bersih Sintuwu Maroso yang berada di Kelurahan Kawua, Kecamatan Poso Kota Selatan yang dimana relokasi pasar baru yang dilakukan Pemda Poso itu tidak lagi memihak kepada kepentingan masyarakat maupun pedagang.

Selain itu massa juga mendesak pihak kepolisian dan pihak kejaksaan untuk mengusut dugaan korupsi pembangunan pasar baru dan adanya jual beli petak pedagang yang dilakukan Dinas Kuperindag Poso.

"Kami minta penegak hukum untuk mengusut permasalahan yang terjadi saat ini, apa lagi terkait jual beli petak di pasar baru oleh dinas kuperindag," teriak salah satu pedagang saat demo.

Tak puas mendatangi kantor kejaksaan, ratusan massa tersebut mendatangi Mapolres Poso, gedung DPRD dan kantor bupati Poso untuk menyampaikan tuntutan mereka. Sementara itu, dalam aksi demo ini para ibu-ibu pedagang yang tersulut emosi melampiaskan amarahnya dengan melempar dan membuang jualan sayur mayur mereka di halaman kantor bupati yang saat itu disaksikan anggota Pol PP dan polisi yang tengah berjaga, ibu-ibu pedagang itu bersikeras menolak untuk pindah ke pasar baru.

Demo yang berlangsung hampir lima jam itu berjalan aman, puluhan aparat TNI/Polri disiagakan selama proses demo berlangsung. Namun massa aksi demonstrasi mengancam akan kembali melakukan demo jika tuntutan mereka tidak direspon oleh kejaksaan maupun pihak kepolisian.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.