Friday, 24 November, 2017 - 22:45

Realisasi Anggaran 2015 Capai 94 Persen

Rapat evaluasi Tepra yang dipimpin langsung Gubernur Sulteng di Ruang Polibu, Kamis (20/1/2016). (Foto : Metrosulawesi)

Longki: Bukti Nyata Anggaran Daerah Tidak Digunakan untuk Kampanye

Palu, Metrosulawesi.com - Sekretaris Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (Tepra) Sulteng, Yanmar Nainggolan dalam laporan evaluasi anggaran per 31 Desember 2015  menyampaikan, realisasi keuangan terhadap belanja daerah sebesar Rp 3. 127.525.078.108  dapat terealisasi Rp 2.959.975.540.661 atau sebesar 94,64 persen.
 
Yanman menyebutkan realisasi tersebut meliputi belanja tidak langsung dari pagu sebesar Rp 1.598.723.865.693 dapat terealisasi sebesar Rp 1.533.132.209.818 atau 95,90 persen dan realisasi belanja langsung dari pagu Rp 1.528.801.212.515 dapat terealisasi sebesar Rp 1.426.843.330.843 atau 93,33 persen.

"Berdasarkan jumlah APBD dikurangi dengan realisasi Tahun 2015 terdapat silva anggaran pada 2015 sebesar Rp 167.549.083.44, tetapi sisa anggaran tersebut akan  dipengaruhi realisasi pendapatan daerah," papar Yanmart pada rapat evaluasi Tepra yang dipimpin langsung Gubernur Sulteng di Ruang Polibu, Kamis (20/1/2016).

Yanmar mengungkapkan ada tiga SKPD yang realisasi anggarannya sangat rendah yaitu RS. Madani, Sekretariat DPRD dan TU Pimpinan.

“Sedangkan ada lima SKPD yang realisasi anggarannya diatas 99 persen,” ungkapnya.

Lanjutnya, pada 2015 terdapat satu SKPD yang konsisten pada zona biru yaitu Satuan Polisi Pamong Praja.

"Pada 2014 ada 2 SKPD yang selalu ada di zona biru. Untuk 2015 hanya terdapat 1 SKPD yang konsisten pada zona biru yaitu Satuan Polisi Pamong Praja," jelasnya.

“Kami berharap Gubernur dapat menandatangani laporan ini sekaligus menyerahkan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dalam penyerapan anggaran,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sulteng H Longki Djanggola mengatakan laporan realisasi anggaran 2015 yang disampaikan oleh TEPRA harus menjadi bahan evaluasi kinerja anggaran di Tahun 2016.

“Ini juga harus menjadi bahan evaluasi kinerja realisasi anggaran pada 2016 agar dapat lebih baik lagi. Saya juga menaapresiasi terhadap SKPD yang telah menunjukkan kinerjanya pada 2015. Semoga dapat ditingkatkan pada Tahun 2016,” katanya.

Di saat yang sama, Longki Djanggola juga meminta klarifikasi dari SKPD yang realisasi anggarannya sangat rendah.

“Saya juga mengapresiasi dan bangga atas realisasi anggaran TU Pimpinan, dalam hal ini hanya terealisasi sebesar 67, 9 persen,” katanya.

Menurutnya, laporan realisasi anggaran tersebut adalah bukti nyata atas tudingan sejumlah pihak  bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng menggunakan anggaran daerah untuk berkampanye.

"Inilah jawabannya bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur dapat melakukan penghematan anggaran sebesar 32,1 persen. Olehnya pendapat tersebut tidak benar karena anggaran TU Pimpinan untuk biaya operasional Gubernur dan Wakil Gubernur sangat besar penghematannya. Kalau seandainya Gubernur dan Wakil Gubernur menggunakan anggaran daerah berkampanye, pasti anggaran tersebut sangat kurang. Tetapi sekarang kita ketahui penghematan sangat besar, yang nantinya akan dikembalikan ke kas daerah," tegasnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.