Saturday, 25 November, 2017 - 11:31

Realisasi APBD Pemprov Tak Capai Target, Longki Minta Kepala OPD Gerak Cepat

PIMPIN TEPRA - Gubernur H Longki Djanggola didampingi Sekda Moh Hidayat Lamakarate, Asisten II Bunga Elim Somba dan Asisten III Mulyono memimpin rapat Tepra di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Senin. 13 November 2017. (Foto : Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.com - Gubernur H Longki Djanggola meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulteng bergerak cepat. Itu karena realisasi APBD 2017 per 31 Oktober tidak mencapai target lagi.

“Kepala OPD harus lebih serius dalam pelaksanaan anggaran dan merealisasikan kegiatan sesuai dengan target,” ujar Longki saat memimpin rapat Tepra periode 31 Oktober 2017 didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Moh Hidayat Lamakarate, Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Bunga Elim Somba dan Asisten Umum dan Organisasi Mulyono di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Senin 13 November 2017.

Longki menyampaikan penegasan tersebut agar pada Desember mendatang pihaknya tidak tegesa-gesa untuk merealisasikan APBD yang bisa berdampak tak tercapainya terget realiasi. Gubernur meyakini apabila para Kepala OPD bisa langsung bergerak cepat terget realisasi yang telah ditetapkan akan tercapai.

“Saya yakin realisasi anggaran dan kegiatan pasti bisa dicapai, asal dari sekarang dilakukan langkah-langkah yang tepat agar pelaksanaanya di Desember tidak tergesa-gesa,” tuturnya.

Melalui kesempatan ini, gubernur juga berpesan kepada OPD dalam pemberian bantuan kepada masyarakat agar dilaksanakan sesuai ketentuan Perundang-undangan yang berlaku.

Berdasarkan laporan Kepala Biro Pembangunan dan Sumber Daya Alam Tuty Zafriana yang juga selaku Sekretaris Tepra Provinsi Sulteng, realisasi APBD per 31 Oktober sebesar Rp2,305 triliun lebih dari total pagu Rp3,599 triliun lebih atau terealisasi sebesar 64,04 persen dari target 73 persen. Dengan hanya capaian realisasi demikian, terjadi deviasi negatif 8,94 persen.

“Adanya deviasi negatif capaian realisasi anggaran dipengaruhi dengan penetapan APBD perubahan yang baru bisa disahkan pada akhir Oktober. Tapi setelah pengesahan anggaran perubahan pasti akan dapat meningkatkan realisasi anggaran,” ucap Tuty.

Dia menambahkan, setelah disahkannya anggaran perubahan per-akhir Oktober, kini total pagu APBD Pemprov 2017 menjadi Rp3,715 triliun lebih, atau bertambah sebesar Rp115 miliar lebih.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.