Wednesday, 26 April, 2017 - 23:48

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Reka Ulang Pembunuhan Sadis di Mamboro, Korban Berusaha Kabur Sebelum Tewas Ditikam

REKA ULANG - Tersangka Adiyanto alias Adi dan tiga rekannya pada reka ulang kasus pembunuhan di lokasi kejadian, Jumat 7 April 2017. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Penyidik Polres Palu menggelar reka ulang kasus pembunuhan berencana terhadap seorang wanita muda Nurhayati (19) di tempat kejadian perkara (TKP), di sebuah kos-kosan di Jalan Karana, Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara , Jumat 7 April 2017.

Nurhayati tewas dibunuh tersangka Adiyanto alias Adi (21) yang tak lain suaminya sendiri pada Rabu 22 Maret 2017 lalu.

Dengan pengawalan ketat petugas bersenjata laras panjang yang dipimpin langsung Kapolsek Palu Utara, Iptu J Sagala dan didampingi Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Willian Harbensyah.SIK, para tersangka yang berjumlah empat orang tersebut memperagakan adegan demi adegan, pada rekonstruksi yang di lakukan langsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Keempat tersangka yakni Adiyanto alias Adi (21), Multazam alias Fren ( 18), Deni (19) dan Dedi Sumardi alias Dedi  (20), melakukan 36 adegan dalam rekonstruksi.

Dimulai dari saat pelaku tiba di Kota Palu, merencanakan aksinya, proses pencarian alamat korban sampai pelaku meninggalkan TKP dan melarikan diri.

“Dalam rekontruksi tersebut diperagakan 36 adegan yang dimulai saat pelaku tiba di Kota Palu dan merencanakan aksinya,mulai dari pencarian alamat korban, proses eksekusi, dan proses meninggalkan TKP dan melarikan diri,” kata IPTU J Sagala yang memimpin rekonstruksi.

Dari kesemua adegan yang dilakukan para tersangka tersebut, yang menjadi perhatian petugas serta warga yang melihat langsung rekonstruksi adalah adegan ke 22, saat tersangka Adiyanto alias Adi, menghabisi wanita yang tidak berdaya tersebut.

“Jadi pelaku membunuh korban pada adegan ke 22, dengan menggunakan pisau, yang sudah ia (Adiyanto) rencanakan saat berada di daerah Sinei Kecamatan Tinombo Selatan Kecamatan Parigi Moutong,” ungkapnya.

Tersangka mengetahui dan mendatangi kos-kosan korban berkat petunjuk dua tersangka lainya, saat mendatangi kos-kosan korban. Tersangka langsung melihat ke dalam kos-kosan tersebut.

Saat itu juga korban yang keluar dari kamar melihat tersangka dan langsung lari ke arah belakang, namun tersangka langsung mengejar korban. Korban terjatuh akibat tersandung sebuah kayu, saat itulah tersangka melakukan aksinya, dengan menikam korban berulang-ulang kali hingga korban tidak berdaya. Saat rekonstruksi tersebut Adi tidak mengingat berapa kali dirinya menghujamkan pisau ke tubuh istrinya.

Sebelumnya, dalam adegan lainya terlihat keempat tersangka mendatangi kos-kosan korban, dengan menggunakan dua sepeda motor, ketiga tersangka yakni, Multazam alias Fren ( 18), Deni (19) dan Dedi Sumardi alias Dedi  (20), awalnya masih ditetapkan sebagai saksi, namun sesuai dengan penyelidikan dan pengakuan tersangka Adi, bahwa ketiganya ada andil dalam perencanaan pembunuhan tersebut.

“Sesuai dengan penyidikan dan pengakuan tersangka utama, ketiga tersangka yang sebelumnya hanya sebagai saksi, kami menetapkan ketiganya sebagai tersangka, dikarenakan ketiga orang tersebut mempunyai andil dalam rencana pembunuhan wanita yang seharusnya dilindungi oleh suaminya yang merupakan tersangka utama,” jelas Kapolsek Palu Utara, Iptu J Sagala.

Tersangka Santai, Warga Geram

Sementara itu, warga yang menyaksikan reka ulang geram karena tersangka tampak sesekali tersenyum saat melakukan adegan demi adegan.

Pantauan Metrosulawesi di lokasi, tersangka yang berperawakan sedang tersebut, dengan mengenakan baju tahanan dengan tangan yang terborgol serta kaki yang masih terperban akibat luka tembak saat ditangkap, tidak mengenakan penutup kepala. Rambutnya sudah tak panjang seperti saat pertama kali ditangkap.

Sementara ratusan warga sekitar kos-kosan tempat kejadian di Jalan Karana, Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara tersebut, sempat tersulut emosinya dikarenakan sikap pelaku tersebut.

“Huuuuuuuu, kenapa hanya kakinya yang di tembak, bukan kepalanya saja,”teriak salah satu warga dari kerumunan massa.

Salah satu warga yang hadir mengatakan, dirinya emosi melihat sikap pelaku yang terlihat hanya senyum-senyum seperti tidak ada beban dan penyesalan terlihat dari wajah tersangka.

“Bikin emosi liat dia punya gaya, hukum mati bagus itu orang, macam artis saja dia,” ucap salah satu warga yang enggan dikorankan namanya.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.