Tuesday, 26 September, 2017 - 13:29

Rekanan Tolitoli Resah, Tagihan Proyek Mandek

Ketua Gapeksindo Tolitoli, Ichwan Pettalolo. (Foto : Suardi Yajib/ Metrosulawesi)

Tolitoli Metrosulawesi.com - Sejumlah rekanan di Tolitoli, Sulawesi Tengah resah. Pasalnya, tagihan mereka mengendap di Dinas Keuangan tanpa penjelasan.

Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Tolitoli, Ichwan Pettalolo kepada wartawan di Tolitoli mengemukakan, pemerintah seyogyanya segera memberi penjelasan resmi soal mengendapnya tagihan di bagian keuangan pada Dinas keuangan daerah.

Tanpa merinci berapa besar tagihan rekanan yang sudah mengendap itu, Ichwan mengemukakan jelas jumlahnya cukup besar. Mungkin mencapai puluhan miliar rupiah karena disitu terakumulasi dari berbagai dinas, katanya.

Ironinya, tagihan ini sudah cukup lama bahwa ada yang berminggu sehingga membuat anggota organisasi itu mempertanyakan keputusan pemerintah kapan akan dibayarkan.

"Harus dijelaskan, karena kami rekanan ini terkait dengan tenaga kerja yang menunggu penyelesaian upah mereka," papar Ichwan.

Kami bingung kata Ichwan, karena beredar kabar kalau kas Pemda kosong sehingga belum ada pembayaran walaupun  sudah di SP2D. Ini kan janggal, mengapa dana proyek yang sudah diperdakan tidak ada dana penyelesaiannya.

"Saya pertanyaan ini, karena banyak anggota Gapeksindo yang sedang bingung," papar Ichwan.

Pernyataan ketua Gapeksindo ini dibenarkan Joly salah seorang rekanan yang tagihannya sudah sepekan belum bisa dibayarkan Pemda. Ironinya, ada tagihan itu yang sudah di SP2D kan, namun belum juga dibayarkan, ungkapnya.

Seorang rekanan mengaku saat ini bingung untuk menyelesaikan upah buruh yang dia pekerjakan diproyek tersebut.

“Bagaimana tidak bingung, tagihan saya mencapai miliaran rupiah dan gaji dan upah buruh masih harus saya selesaikan,” ujarnya.

Seorang anggota Gapeksindo di sana mengungkapkan kalau indikasi defisit anggaran di Pemda Tolitoli makin jelas. Ini katanya, pernah dialami beberapa lalu, rekanan anti bisa dibayarkan oleh Pemda sekitar bulan April tahun berikutnya.

Sementara pejabat terkait dalam hal ini Kadis keuangan maupun Sekab Tolitoli belum memberi keterangan resmi. Sedangkan kegelisahan rekanan sudah seminggu terakhir di dinas tersebut.

Tagihan yang mandek di Pemda Tolitoli tersebut telah membuat situasi di dinas keuangan bagian tagihan 'memanas'. Ini harus dijelaskan secepatnya agar tidak membuat resah, pinta Ichwan lagi.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.