Saturday, 25 November, 2017 - 10:03

Rekrut Anggota AJI di Banggai, Wartawan Dituntut Paham UU Pers

Rekrutmen anggota AJI di Luwuk. (Foto : Ist)

Luwuk, Metrosulawesi.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Sulawesi Tengah, melakukan pengrekrutan anggota baru di wilayah Luwuk, Banggai, belum lama ini.

Terdaftar 17 wartawan yang bekerja di pelbagai media massa ikut sebagai peserta dalam pengrekrutan luar daerah ini.

Ketua AJI Palu, Muhammad Iqbal Rasyid mengatakan, pengrekrutan di Luwuk merupakan pengrekrutan pertama yang dilakukan AJI Palu di luar daerah.

"Kami mengubah beberapa sistem rekrutmen di AJI Palu. Dan ini adalah pengrekrutan pertama yang kami lakukan di luar Palu," terangnya usai membuka pengrekrutan anggota AJI Palu di Grand Hadser Hotel, Jalan RE Martadina, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk.

Menurut Pimpinan Redaksi Radar TV itu, terdaftar 17 peserta yang ikut dalam perekrutan tahap pertama anggota AJI Palu baru di tahun 2016.

Mereka merupakan wartawan yang bekerja di sejumlah media massa di Banggai. Mulai dari media cetak, online, hingga elektronik (TV).

Bahkan, terdapat empat orang wartawan yang datang dari Palu ikut dalam pengrekrutan.

Salah satu penguji rekrutmen AJI Palu, Amran Amier menambahkan, pengrekrutan yang dilakukan AJI di luar Palu bagus.

Artinya, dengan AJI Palu melakukan penerimaan anggota baru di Luwuk, bisa menambah wawasan teman-teman wartawan yang ikut sebagai peserta.

"Paling tidak setelah mereka lulus, mereka bisa lebih tahu dan bisa menerapkan dalam kerja-kerja jurnalistiknya kode etik serta pemahaman soal undang-undang pers," jelas Amran.

Olehnya, mantan Ketua AJI Palu itu berharap pengrekrutan luar daerah ini tidak hanya selesai di Luwuk, melainkan juga bisa dilakukan di daerah-daerah lainnya, sehingga wartawan di daerah lain pun bisa tergabung dalam lembaga pers, sebagaimana amanah dari dewan pers.

"Kalau semua sudah tergabung dalam lembaga pers seperti AJI, kecil kemungkinan ada sengketa pers terjadi, karena kerja teman-teman di lapangan sudah sesuai dengan kode etik dan undang-undang pers," tandas Amran yang juga wartawan Trans 7 itu.


Editor : Subandi Arya

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.