Tuesday, 23 May, 2017 - 05:24

Rekrut Caleg Warga Non Muslim, PKS Jadikan Poso Contoh Kebhinekaan

Jumpa Pers yang dihadiri Wakil Ketua Pengurus DPW PKS Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Wahyudin, Muhammad Ambiya yang menjabat selaku wakil Sekertaris wilayah Dawah Sulawesi yang di damping Mahmud Yunus selaku Ketua wilayah Majelis Pertimbangan Partai PKS Sulawesi Tengah. (Foto : Wawan/ Metrosulawesi)

Poso, Metrosulawesi.com - Partai PKS Poso menggelar rapat koordinasi wilayah bersama Daerah (Rakorwilda) yang berlangsung di hotel 77 Poso, Jalan Pulau Kalimantan, Kelurahan Gebang Rejo, Poso Kota pada,  Minggu 16 April 2017.

Rakorwilda yang turut di hadiri Wakil Ketua Pengurus DPW PKS Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyudin itu mendapat tempat yang istimewa di mata DPP PKS di Jakarta.

Dimana hal ini terkait dengan diutusnya salah seorang pengurus DPP PKS yakni, Muhammad Ambiya yang menjabat selaku wakil Sekertaris wilayah Dawah Sulawesi, yang di damping Mahmud Yunus selaku Ketua wilayah Majelis Pertimbangan Partai PKS Sulawesi Tengah, untuk ikut serta dalam Rakorwil yang dilaksanakan di Poso tersebut.

Dengan mengusung tema “Mensosialisasi program kerja wilayah ke daerah-daerah” kegiatan ini sebagai bentuk upaya melakukan konsolidasi awal dalam rangka menghadapi pilkada di beberapa wilayah yang ada di wilayah provinsi Sulawesi Tengah, seperti Kabupaten Morowali.

Kata Muhammad Wahyudin, untuk tahun 2017 partai PKS mengusung tema pengokohan yang bermuara pada pemenangan Pemilu legislative tahun 2019. Dimana pengokohan ini merupakan upaya soliditas internal yang tercermin pada 5 hal, yakni  kokoh secara kader, pada level ini didapat  gambaran jumlah kader  yang real yang menjadi potensi kekuatan Partai. Serta kokoh secara menejerial kepartaian dalam hal pemenuhan pengurus ditingkat kecamatan dan ranting yang ada di desa dan kelurahan.

Wahyudin menambahkan, adapun pengokohan basis social partai. Dimana akan ada program program untuk melakukan pemetaan, mana daerah-daerah yang sudah menjadi dan mana daerah -daerah yang perlu mendapat sentuhan program, sehingga statusnya bisa dinaikan menjadi basis partai.

Selain itu adapun berupa pengokohan di jajaran pimpinan partai. Hal ini berupa peningkatan elektabilitas para pimpinan partai PKS pada semua lini.

“Hal ini penting, jangan sampai ada pimpinan partai yang sama sekali kurang dikenal baik secara internal partai maupun di luar lingkungan partai terutama di kalangan masyarakat umu,” ungkapnya ditemui Metrosulawesi.

Sementara itu yang tidak kalah pentingnya kata Muhammad Wahyudin, Poso akan di jadikan pilot projeck terkait upaya menjadi isu kebhinekaan. Dimana partai yang berbasis umat Islam ini ingin juga merekrut warga yang non muslim yang juga terlibat serta duduk menjadi anggota DPR dari partai PKS.

“Intinya kita ingin menjadikan kebhinekaan yang sejati melalui partai. Jadi kalau ingin melihat keberagaman, maka lihatlah PKS yang agama non muslim pun akan kami rekrut,” jelasnya.

Selain itu Partai PKS Poso akan siap mengawal dan berpartisipasi di masa kepemimpinan Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dan wakil Bupati Poso Samsuri, dimana partai PKS merupakan salah satu partai pengusung dalam pemenangan Pilkada Poso Poso tahun 2015 lalu.

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Berita Terkait