Friday, 20 April, 2018 - 22:53

Rektor: Peserta SEA-Teacher Kagumi Untad

FOTO BERSAMA - Rektor Untad Prof Muh Basir Cyio didampingi Dekan FKIP Dr Lukman Nadjamuddin foto bersama peserta Evaluation Meeting SEA-Teacher di Hotel Mercure Palu, Selasa, 3 April 2018. (Foto: Humas Untad)

Palu, Metrosulawesi.com - Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Ir Muh Basir Cyio SE MS mengungkapkan peserta Pre Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher) mengagumi kampus yang dipimpinnya. Hal ini diungkapkan Rektor saat ditemui usai pembukaan 5th Evaluation Meeting SEA-Teacher di Hotel Mercure Palu, Selasa, 3 April 2018.

“Mereka (peserta) tidak pernah membayangkan Tadulako seperti sekarang ini,” ujar Prof Basir.

SEA-Teacher merupakan kegiatan multilateral antar negara untuk melaksanakan pertukaran mahasiswa dalam bentuk praktik mengajar. Peserta SEA-Teacher terdiri atas 77 perguruan tinggi dari enam negara yakni Thailand, Philipina, Malaysia, Singapura, Kamboja dan Indonesia.

Kegiatan yang digagas oleh The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) ini berlangsung mulai Selasa, 3 April dan berakhir hari ini, Rabu, 4 April 2018. Menurut Prof Basir, dengan dipercayanya Untad sebagai tuan rumah SEA-Teacher, menjadi bukti eksistensi kampus kebanggaan masyarakat Sulteng itu dikancah internasional.

“Ini hal yang sangat menggembirakan bahwa dimata orang lain Untad bukan lagi seperti yang dikenal dulu. Kita harus bersyukur kepada Allah karena unsur pimpinan sama-sama berjuang memajukan Untad,” tuturnya.

Melalui kegiatan SEA-Teacher, Prof Basir berharap bisa meningkatkan kualitas pelayanan akademik di Untad. Itu karena forum Evaluation Meeting SEA-Teacher ini merupakan wadah evaluasi dan bertukar gagasan dalam memajukan kualitas pendidikan. 

Hal itu sejalan dengan tujuan SEAMEO pengagas SEA-Teacher sebagai organisasi yang terus berupaya meningkatkan kemampuan sumber daya dan mengeksplor potensi tertinggi masyarakat regional. SEAMEO terus melakukan berbagai program dan projek yang ditujukan bagi pengembangan kapasitas manusia di Asia Tenggara.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untad, Dr Lukman Nadjamuddin M.Hum menerangkan, Untad sudah ikut terlibat dalam pertukaran mahasiswa praktik mengajar sejak 2017.

Melalui program ini calon guru akan memahami praktik pembelajaran di wilayah Asia Tenggara, kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran, dan mendapat wawasan yang lebih luas tentang pendidikan dan budaya di Asia Tenggara. 

“Tahun 2018 ini, enam orang mahasiswa Untad akan ikut pertukaran praktik mengajar di luar negeri selama satu bulan. Mereka berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Georafi, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Sementara Universitas Tadulako menerima 5 orang mahasiswa luar negeri, yang aktivitas mengajarnya dipusatkan di SMP Labschool Universitas Tadulako,” terang Lukman.  

 

Editor: M Yusuf Bj