Tuesday, 21 February, 2017 - 18:08

Rektor Untad: Dekan Harus Berani Ambil Keputusan

Rektor Untad Prof Basir Cyio saat melantik 10 pejabat lingkup Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako Palu, Selasa, 27 Desember 2016. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Rektor Universitas Tadulako (Untad) Palu melantik 10 pejabat lingkup Fakultas Peternakan dan Perikanan (FAPETKAN). Prosesi pelantikan tersebut digelar di Lantai 3 Gedung Media Center Untad Palu, Selasa, 27 Desember 2016.

Pelantikan tersebut terbagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama pukul 10.00 pagi pelantikan Dekan Fapetkan serta Pejabat Eselon IIIA dan IVA, dan sesi kedua pukul 02.00 siang yakni pelantikan Wakil Dekan Bidang Akademik, Bidang Umum, dan Keuangan serta Bidang Kemahasiswaan.

Pada sesi pertama, sebanyak tujuh pejabat yang dilantik, diantaranya Burhanudin Sundu sebagai Dekan FAPETKAN, Reiner sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Rosmiaty sebagai Kabag Akademik dan Kerjasama pada Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan.

Kemudian Ruswadi sebagai Kasubag Tata Usaha UPT Laboratirium Dasar, Erwansi Harkam sebagai Kasubag Umum pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Siska Anita Kaligis sebagai Kasubag Pelayanan Kesejahteraan Mahasiswa pada Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan, dan Taswin sebagai Kasubag Perbendaharaan Non Penerimaan Negara Bukan Pajak, pada Biro Umum dan Keuangan.

Sedangkan, pada sesi kedua, Rektor melantik tiga pejabat diantaranya, Asrianti Hasanuddin sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik FAPETKAN, Nasmia sebagai Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Syahrir sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan.

Rektor Untad Muhammad Basir Cyio dalam sambutanya menyampaikan terimakasih kepada Dekan yang lama, Kaharudin Kasim yang telah merintis Fakultas Peternakan dan Perikanan (FAPETKAN) menjadi fakultas yang mandiri yang muncul di organisasi dan tata kerja (OTK) Universitas Tadulako.

“Kaharudin Kasim telah meletakkan pondasi untuk dilanjutkan oleh Dekan yang baru Prof. Burhanudin Sundu. Maka dari itu, kita berharap Fapetkan ini harus terus menunjukan jati dirinya dalam mewujudkan tridarma perguruan tinggi,” kata Rektor.

Basir Cyio berpesan agar dekan baru Fapetkan, Prof. Burhanudin Sundu berani mengambil keputusan.

“Karena jujur, masih ada beberapa dekan saya, urusan KRS mahasiswanya yang keluar masuk, harus saya yang mengambil keputusan atau bertemu mahasiswanya. Tidak usah saya yang mengambil keputusan lagi,” tegasnya.

“Lima hari lalu ada mahasiswa datang ke saya. Kemudian saya bertanya kepada mahasiswa tersebut, disana ada Dekan, mahasiswa itu menjawab, ya ada pak. Ini Dekan beda tipis tunjanganya dengan Rektor, tapi kalau tidak berani mengambil keputusan, berarti tunjangan dekan, tunjangan profesi, tunjangan remonerasi tidak memberikan manfaat,” tambahnya.

Kata dia, agak aneh jika urusan KRS atau mata kuliah harus Rektor lagi yang mengurus.

“Saya kira kalau ada dekan seperti ini berarti mempermalukan  dirinya sendiri, karena dekan harus berani mengambil keputusan. Di mohon, ini tidak terjadi lagi mulai 1 Januari 2017,” tegasnya. 

Basir Cyio mengharapkan kepada pejabat yang baru dilantik, terus berkarya dan bisa mengambil keputusan secara baik dan professional. 

“Dan siap menerima resikonya demi membangun Universitas Tadulako lebih maju lagi kedepanya. Tetap semangat, semoga spiritnya tetap tumbuh,” tutupnya. 


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan