Tuesday, 21 November, 2017 - 07:04

Relawan Anti Narkoba Diharapkan Bisa Beri Informasi dan Tidak Boleh Takut

PERANGI NARKOBA - Kepala BNN Kota Palu Sahidi (tengah) saat menyampaikan sosialisasi di salah satu hotel, Kamis 6 April 2017. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu terus menggalakkan upaya pencegahaan penyalahgunaan narkoba. Sosialisasi ke masyarakat terus dilakukan. Kamis 6 April 2017 kemarin, BNN Kota Palu kembali melakukan sosialisasi di salah satu hotel di Kota Palu, pesertanya dari berbagai kalangan masyarakat.

Selain sosialisasi BNN Kota Palu juga tengah melakukan proses rekrutmen relawan Tim Anti Narkoba. Tim relawan yang akan dibentuk merupakan sejumlah masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang. Program pembentukan tim relawan anti narkoba yang dilaksanakan secaran nasional ini diharapkan dapat membantu upaya pencegahaan penyalahgunaan narkoba di seluruh daerah termasuk Kota Palu.

Kepala BNN Kota Palu Sahidi mengatakan seluruh masyarakat berkesempatan menjadi relawan, namun harus melewati tahapan seleksi. Setelah melakukan sosialisasi sejak awal pekan lalu, sudah puluhan masyarakat yang mendaftarkan namanya untuk menjadi relawan.

“Melalui relawan anti narkoba nantinya kita berharap bisa lebih dekat kepada masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan narkoba,” ungkap Sahidi saat menyampaikan sosialisasi yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, organisasi serta lurah sekitar.

Olehnya, tim relawan yang akan direkrut diharapkan mampu menguasai sejumlah persyaratan untuk menjadi relawan anti narkoba, diantaranya bisa memberikan informasi akurat terkait adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing.

Pihak BNN Kota Palu gencar melakukan sosialisasi dikarenakan kondisi yang sangat memprihatinkan saat ini, dimana jutaan masyarakat dari anak-anak hingga orang dewasa sudah terindikasi narkotika, bahkan dalam sehari ada sekitar 40 hingga 50 orang pengguna narkoba meninggal dunia di negeri ini.

Melalui sosialisasi tersebut Sahidi berharap seluruh lapisan masyarakat bisa lebih teredukasi terkait bahaya narkoba. Selain itu masyarakat yang paham akan bahaya narkoba juga bisa membantu peran penting dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya masing-masing.

“Jadi kalau ada keluarga yang menggunakan dan sudah kecanduan narkoba dilaporkan saja ke BNN supaya bisa disembuhkan,” katanya.

Terkait akan dibentuknya tim relawan anti narkoba, ia berharap masyarakat yang akan terlibat benar-benar paham akan bahaya narkoba dan mau bekerja secara profesional secara suka rela.

“Seorang relawan harus profesional,” katanya.

Terkait perlindungan hukum kepada para relawan, ia menyebut seluruh keluarga relawan dan keberadaannya akan dilindungi ketika sudah tergabung sebagai tim relawan anti narkoba.

“Misalkan rumahnya takut dilempar, jangan takut, relawan nantinya akan diberi perlindungan,” jelas dia.

Kampanye memerangi narkoba memang terus digalakkan oleh pemerintah, melihat angka masyarakat yang terindikasi narkoba sudah mencapai 4 juta orang lebih dengan kerugian negara hingga Rp 63,1 triliun.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.