Sunday, 17 December, 2017 - 14:21

Renovasi Pasar Bambaru, PPK Sebut Revitalisasi Hanya Bagian Luar

Pasar Bambaru. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Cipta Karya Sulawesi Tengah, Azmi Hayat mengatakan pihaknya hanya melakukan revitalisasi bagian luar Pasar Bambaru. Menurutnya hal tersebut telah sesuai dengan anggaran pekerjaan fisik yang dilaksanakan pihaknya.

“Sebenarnya yang kita perbaiki itu tampilan parkiran dengan tampilan pasar. Bagian dalam pasar sebenarnya pengelolaannya ada di pihak pengelola pasar dalam hal Perindagkop Kota Palu. Memang idealnya bagian dalam dulu yang di revitalisasi kemudian bagian luar, tapi kan sumber dananya beda. Sementara kemarin, kami sudah siap anggaran sementara Perindagkop Palu belum memiliki anggaran,” kata Azmi di Kantor Dinas Cipta Karya Sulteng, Senin (11/1/2016).

Azmi mengatakan bahwa sebelum revitalisasi dilaksanakan, pihaknya juga telah melakukan anuising (peninjauan lapangan).

“Anuising telah kami laksanakan. Kami kan bukan pengelola pasar, makanya yang kita tata sesuai dengan anggaran yaitu bagian luar,” katanya.

Kata dia, tujuan revitalisasi tersebut untuk menghilangkan kesan kumuh pada Pasar Bambaru.

“Tujuan revitalisasi yang kami lakukan adalah penanganan kawasan kumuh dan sementara Pasar Bambaru memang sudah menjadi kumuh sekali. Tampilan kumuh itulah yang kami perbaiki,” jelasnya.

Selain itu, Azmi membantah jika material yang menempel pada tembok Pasar Bambaru yang telah berusia kurang lebih 20 tahun akan mudah roboh.

“Material yang kami pakai adalah material yang bersifat ringan, makanya sengaja kami gunakan ACP yang ringan supaya tidak membebani lagi struktur yang sudah ada,” katanya.

“Sebenarnya, idealnya bangunan lama Pasar Bambaru dipertahankan, supaya ada kesan klasik. Jadi revitalisasi yang mana bangunan lama dipertahankan atau dikembalikan ke fungsi awalnya,” tambahnya.

Dia juga menyayangkan Perindagkop Kota Palu mengizinkan bagian bawah pasar diperuntukkan sebagai gudang.

“Bagian bawah pasar ternyata diizinkan Perindagkop Palu difungsikan sebagai gudang. Bagaimana orang mau pakai berdagang kalau disitu difungsikan sebagai gudang,” katanya.

Azmi menambahkan bahwa setelah merenovasi bagian luar Pasar Bambaru, ada keinginan Perindagkop untuk memperbaiki bagian dalamnya.

“Sudah ada pertemuan waktu kami akan memulai kerja dengan pedagang pasar yang juga diikuti pihak Perindagkop Kota Palu, disitu ada keinginan Perindagkop Kota Palu setelah kami merenovasi bagian luar pasar akan memperbaiki bagian dalam Pasar Bambaru,” ungkapnya.

Azmi juga mengaku pekerjaan revitalisasi Pasar Bambaru yang dilakukan pihaknya saat ini mengalami keterlambatan.

“Terus terang pekerjaan revitalisasi Pasar Bambaru yang berjalan sekarang itu terlambat karena banyaknya persoalan kemarin. Jadi seharusnya kontrak kerjanya selesai 27 Desember 2015. Kita sudah melompat tahun, namun hari ini sementara pemeriksaan PHO,” ungkapnya.

“Kami tetap mengikuti prosedur keuangan. Kemarin sudah disiapkan bank garansi untuk sisa pekerjaannya serta prosedur denda tetap kami kenakan,” tambahnya.  

Bantah Tidak Melakukan Koordinasi

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Cipta Karya Sulawesi Tengah, Azmi Hayat membantah pihaknya tidak pernah melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustrian Dagang Koperasi (Perindagkop) dan Penanaman Modal Kota Palu. Menurutnya, koordinasi telah dilakukan pihaknya jauh hari sebelum revitalisasi dilaksanakan.

“Sebenarnya kami sudah koordinasi dengan Ibu Kadis Perindagkop Kota Palu terkait pelaksanaan kegiatan di Pasar Bambaru jauh hari sebelum revitalisasi dilakukan. Kami juga telah melayangkan surat penyampaian pelaksanaan kegiatan fisik tertanggal 8 Juni 2015. Sebenarnya dari 2012 sudah ada rencana penataan kawasan termasuk didalamnya Pasar Bambaru atau Pasar Tua,” kata Azmi di Kantor Dinas Cipta Karya Sulteng, Senin (11/1/2016).

“Jadi pada intinya kami telah melakukan koordinasi pada pihak Pemkot Palu melalui Disperindagkop. Surat tersebut juga kmai sampaikan kepada Wali Kota Palu,” katanya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.