Wednesday, 29 March, 2017 - 17:15

Ribuan Orang dengan "Masalah Kemanusiaan" Terjebak di Gaza

Gaza berada di bawah blokade Israel, dan Mesir telah menutup sebagian besar jalur penyeberangan di Rafah.  (Foto : EPA)

Metrosulawesi.com - Kementerian dalam negeri yang berbasis di Gaza mengatakan, sekitar 20.000 orang dengan "masalah kemanusiaan" terdampar di Gaza, menunggu pembukaan perlintasan Rafah yang terletak antara Palestina yang terkepung dan Mesir.

Juru bicara Kementerian Iyad al-Bazem mengatakan hari Sabtu (8/8) bahwa penutupan penyeberangan oleh pemerintah Mesir juga mengancam nyawa ratusan orang dengan masalah kesehatan -termasuk orang yang menderita kondisi kanker atau jantung, atau yang membutuhkan operasi mendesak.

Dalam siaran pers, al-Bazem juga mengatakan bahwa ada ribuan mahasiswa dan karyawan, yang biasanya bekerja atau belajar di luar negeri, yang tetap terjebak di Gaza.

"Kami menyerukan kepada pemerintah Mesir untuk menilai kondisi kemanusiaan yang sulit di Gaza dan membuka perlintasan Rafah mendesak untuk menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan," katanya.

Israel telah memberlakukan blokade di Gaza -yang disebut warga sebagai "penjara terbuka"- sejak 2007.

Perlintasan Rafah adalah satu-satunya titik akses ke Jalur Gaza, yang dijalankan oleh gerakan Hamas.

Jalur penyeberangan di perbatasan sebagian besar telah ditutup sejak Presiden Muhamed Morsi digulingkan oleh tentara pada tahun 2013.

Kairo menuduh Hamas -yang dekat dengan Ikhwanul Muslimin- membantu kelompok bersenjata di Sinai Mesir gurun, yang berbatasan dengan Gaza, menyerang pasukan keamanan. Namun, Hamas membantah hal ini.

Pada bulan Juni, pemerintah Mesir membuka penyeberangan selama empat hari sebagai bentuk perizinan bagi warga Palestina untuk melakukan perjalanan dalam dan keluar dari wilayah mereka untuk pertama kalinya selama kurun waktu tiga bulan.

Menurut pejabat perbatasan Palestina Khaled al-Shaer, pemerintah yang berbasis di Gaza diberitahu oleh Mesir bahwa perbatasan akan dibuka pada tanggal 7 dan 8 September sebagai bentuk perizinan untuk warga Palestina yang berencana melakukan ibadah haji ke Arab Saudi.

Al-Shaer mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa warga Palestina yang terjebak di Mesir juga akan diizinkan untuk kembali ke Gaza pada hari-hari tersebut.

Sumber : Al Jazeera

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.