Friday, 20 April, 2018 - 20:41

Ribuan Warga Balut Belum Miliki KTP Elektronik

PELAYANAN - Suasana kantor Dukcapil, masyarakat sedang mengurus data kependudukkan, baik KTP, Kartu keluarga dan Akta lahir, Selasa 27 Februari 2018. (Foto: Mohamad Ikbal/ Metrosulawesi)

Balut, Metrosulawesi.com - Meskipun sudah digratiskan oleh pemerintah dalam hal kepengurusan dokumen kependudukkan (KTP, Akta Lahir dan Kartu Keluarga), namun masih banyak yang belum sadar dan memiliki dokumen penting tersebut. Dari 43.300 wajib perekaman, baru 38.108 yang melalukan perekaman.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Banggai Laut (Balut) Kamran B Tangia SE saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 27 Februari 2018.

"Data per 31 Januari 2018 masih ada sekitar 5.192 jiwa yang belum melakukan perekaman," katanya.

Lanjut, pihaknya telah melakukan beberapa program agar masyarakat yang belum melakukan perekaman dengan cepat.

"Mulai 2016 sampai dengan tahun ini, kami sudah melakukan pelayanan kepada masyarakat bukan hanya di kantor saja, tetapi juga turun ke desa-desa," ungkap Kamran.

Hanya saja menurut dia, dari program dor to dor yang dilakukan oleh dinasnya ternyata masih banyak masyarakat yang belum paham tentang pentingnya dokumen kependudukkan terutama bagi anak-anak.

"Memang dibutuhkan peran serta kesadaran masyarakat dalam hal kependudukan ini. Terbukti setelah turun lapangan ke desa-desa hanya sedikit yang datang melakukan perekaman. Sehingga proaktif  masyarakat sangat dibutuhkan," tutur Kamran.

Meski demikian, dirinya menyadari bahwa ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi dalam kepengurusan data kependudukan diantaranya buku nikah.

"Rata-rata masyarakat kita belum memiliki buku nikah, jadi tidak bisa melakukan perekaman ataupun mengurus dokumen kependudukan lainnya," tutupnya. 


Editor: Syamsu Rizal